Periklanan

Prediksi Perkembangan Periklanan Digital yang Perlu Kamu Tahu

Kamu tahu kan kalo sekarang digital advertising lagi naik daun banget? Sehubungan dengan ini, pengusaha iklan dalam skala global kini diprediksi akan menggelontorkan sekitar 40,2% dari keseluruhan budget-nya untuk kepentingan online advertising di tahun 2018. Dilansir dari Marketing-Interactive.com, di tahun 2017, angka tersebut hanya mencapai 37,6%.

Peningkatan ini sebenarnya bisa dikatakan wajar, sebab online advertising memang kian hari semakin marak digencarkan sesuai dengan tren yang ada. Karenanya, nggak heran jika di tahun 2020 nanti, persentase budgeting di bidang yang sama diprediksi akan mencapai angka 44,6%.

Nah, kalau kamu ingin turut menjadi bagian dalam transformasi digital dan memiliki kepentingan untuk memasarkan brand, ini dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk dijadikan pertimbangan pengambilan langkahmu ke depan nantinya.

Perkembangan Digital Advertising Regional

Periklanan

Berdasarkan laporan Advertising Expenditure Forecasts oleh Zenith, sebuah agensi yang berkecimpung dalam ranah Return of Investment, dikatakan bahwa Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Tiongkok diekspektasi akan memiliki peningkatan biaya rata-rata sebesar 7,4% tiap tahunnya hingga 2020 untuk pengembangan bidang periklanan. Negara-negara tersebut merupakan sebagian dari kontributor advertising global terbesar dari kelompok rising market. Kelompok inilah yang nantinya dilansir akan berkontribusi terhadap 40% perkembangan biaya advertising global dalam tiga tahun ke depan. Dari angka tersebut, periklanan via internet diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 10%-20% tiap tahunnya, sehingga periklanan menggunakan media konvensional seperti televisi akan semakin tergeser.

Semakin Berkembangnya Mobile Advertising

Periklanan

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, dengan semakin maraknya digital advertising, biro-biro advertising pun akan mulai meninggalkan periklanan konvensional. Pada 2020, periklanan mobile diprediksi akan berkembang hingga mencapai angka 180 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2.477 triliun. Sehubungan dengan angka tersebut, ketika antara 2017-2020 mobile advertising akan berkontribusi sebesar Rp 1.000 triliun, periklanan melalui desktop malah disinyalir akan menurun hingga Rp 27,5 triliun karena pamornya kini sudah menurun.

Fenomena ini sebenarnya nggak lepas dari pengaruh pergerakan dan aktivitas masyarakat yang kian hari semakin padat. Sebab, karena hal itu, masyarakat akan mencari informasi yang mudah diakses di manapun dan kapanpun, yakni melalui mobile devices, dan semakin kehilangan waktu untuk mengulik informasi dari media desktop.

Sehubungan dengan kontribusi mobile advertising, periklanan menggunakan digital banner, video online, dan media sosial yang memang berbasis internet pun akan turut terpengaruh. Ketiganya diprediksi akan mengambil sumbangsih sebesar 13% setiap tahunnya dalam kurun waktu yang sama.

Di sisi lain, periklanan melalui televisi dan media outdoor akan menjadi kontributor terbesar kedua dan ketiga setelah mobile advertising. Namun kontribusi keduanya dalam keseluruhan advertising budget  tidaklah lagi sesignifikan dulu, sebab mulai ditinggalkan pula.

Menurunnya Daya Tarik Media Cetak

Periklanan

Nggak cuma desktop advertising, akses informasi yang serba mudah dan praktis melalui internet dan mobile device pun juga menggeser popularitas periklanan melalui media cetak. Dalam kurun waktu 2017-2020, periklanan menggunakan media cetak akan mengalami penurunan kontribusi biara periklanan global hingga Rp 165 triliun. Sehubungan dengan hal ini, periklanan melalui koran dan majalan disinyalir akan mengalami penurunan sebesar 4%-7% dari total pengeluaran advertising mereka setiap tahunnya hingga 2020 secara global.


Setelah membaca informasi di atas, sekarang kamu jadi punya gambaran yang lebih jelas kan mengenai situasi dunia periklanan global sekarang dan tren seperti apa yang lagi berkembang? Dengan adanya prediksi-prediksi yang dikemukakan berdasarkan kajian studi di atas, kini kamu bisa mempertimbangkan langkah seperti apa yang perlu kamu ambil untuk membuat bisnis periklanan ataupun strategi branding-mu supaya bisa lebih fit dan engaging bagi target-target pasarmu.

Pokoknya, karena dalam dunia periklanan situasi pasar sangatlah menentukan, pastikan kamu nggak pernah luput untuk memperhatikan tren pasar yang ada ya. Semoga sukses!

Sumber: Technology, The Blue Circle, Mobyaffiliates, Robbie Collin.

Peduli dengan emansipasi wanita Indonesia? Yuk,suarakan pendapatmu bahwa kaum perempuan juga bisa jadi juara di lingkungan kerjalewat lomba blog yang diselenggarakan oleh C2live sekarang juga!

Related Posts

 
Site Menu