Rifa

Memotivasi Generasi Muda, Rif’atunnisa Suarakan Upaya Lawan Konten Hoax lewat Tulisan

Walaupun di luar sana banyak orang yang merasa risih dengan kian menyebarnya berita bohong dalam berbagai macam bentuk informasi, tidak semua orang berani atau mau mengambil tindakan konkret sebagai upaya nyata untuk melawan hoax. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Rif’atunnisa, seorang mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Universitas Terbuka Jakarta untuk jurusan Komunikasi.

Berlandaskan keinginan untuk paling tidak meminimalisir persebaran hoax, Rifa berpartisipasi dalam lomba blog “Bagaimana Saya akan Melawan Konten Hoax” yang diselenggarakan oleh C2live pada February-Maret lalu. Melalui tulisannya yang berjudul “Cegah Hoax dengan 5 Peran Ini! Apa Sajakah?”, Rifa berhasil menjadi salah satu pemenang lomba dengan memberikan solusi inovatif untuk melawan persebaran hoax.

Ingin tahu lebih lanjut soal pemenang kita yang satu ini? Yuk, simak ulasannya bersama C2live!

Menulis, Sebuah Hobi yang Membawa Kebanggaan Tersendiri

Writing-Motivation

Menulis adalah sebuah hobi yang sudah dijalani oleh Rifa sejak SD. Kala itu, ia sering berkirim surat dengan sahabat penanya yang berada di luar kota. Terus berkembang, Rifa kemudian mulai mengirim surat ke majalah anak dan aktif mengambil bagian menjadi anggota tim majalah dinding serta tim redaksi di sebuah lembaga pers di masa sekolahnya.

Rasa ingin berbagi terus mendorongnya untuk tetap menulis. Baginya, dengan menulis, ia bisa berbagi banyak hal, mulai dari apa yang ia rasakan, pengalaman, motivasi, hingga inspirasi bagi orang lain. Tentunya, dengan terus menulis, kemampuannya semakin hari semakin terasah. Tanpa ia sadari, kemampuannya terus berkembang hingga ia berhasil memetik sebuah kebanggaan tersendiri dari hobi yang ia jalankan.

Pengalaman membanggakan ini terjadi ketika ia berhasil menuliskan sebuah cerpen yang akhirnya diikutsertakan sebagai salah satu konten untuk buku “Seharum Kwista”. Buku ini merupakan sebuah kumpulan cerita yang digarap oleh rekan-rekannya saat masih bersekolah di tahun 2010. Pengalaman membanggakan lainnya yang ia dapatkan adalah dengan dinobatkan menjadi penulis terbaik untuk kategori pelajar dalam lomba menulis novel biografi sosok pahlawan bersama dua temannya di tahun 2012.

Preferensi dalam Menulis

Famotiva

Jika ditanya soal siapa sosok yang menginspirasinya untuk terus menulis, Rifa punya sederet nama penulis keren untuk disebutkan, seperti Asma Nadia, Dewa Eka Prayoga, Habiburrahman El Shirazy, Tere Liye juga Jalaluddin Rumi.

Namun, sudah cukup lama bergelut dengan dunia tulis-menulis dan telah menghasilkan berbagai ragam jenis tulisan, Rifa pun juga memiliki jenis-jenis tulisan favorit untuk dikembangkan. Soal ini, Rifa mengaku bahwa ia paling suka menulis artikel-artikel tips and trick, review, cerpen, dan puisi. Karenanya, menuliskan berbagai hal terkait lingkup tersebut selalu menjadi hal yang menyenangkan baginya.

Melihat preferensi menulisnya, kita bisa mengetahui bahwa Rifa gemar untuk menulis hal-hal positif untuk dituangkan menjadi sebuah artikel. Alasan ini pulalah yang menjadi motivasinya untuk ikut serta dalam lomba blog yang bertujuan untuk melawan persebaran hoax ini.

Menurut Rifa, persebaran konten hoax di Indonesia tidak bisa diatasi jika tidak dimulai dari diri kita sendiri. Beragam konten hoax bisa saja datang kepada kita setiap harinya, tapi kita bisa meminimalisir persebarannya dengan menyaring konten-konten tersebut dan tidak gegabah dalam menyebarluaskannya. Di sinilah blogger dan penulis dapat ikut ambil peran dalam mencegah persebaran konten hoax, yaitu dengan menyampaikan tulisan edukatif untuk memperkenalkan apa yang dimaksud dengan konten hoax dan menjelaskan bagaimana cara menghadapinya dengan bijak. Jadi, kamu pun sebenarnya bisa ikut ambil bagian juga, kok, Guys!

Punya Banyak Hobi Menarik Lainnya, Rifa Miliki Cita-Cita Mengagumkan

Famotiva

Selain membaca dan menulis, Rifa ternyata juga gemar bersepeda dan bergelut dengan fotografi. Seakan masih kurang sibuk, ia juga kerap melakoni hobi travelling-nya dengan menjelajah berbagai tempat menarik untuk dikunjungi.

Di samping hobi-hobi tersebut, Rifa juga masih menjalani peran sebagai tenaga kerja magang di sebuah perusahaan swasta dan menjadi pengajar privat anak-anak dalam kesehariannya. Bahkan, ia juga masih sempat-sempatnya mengelola bisnis _online) dan aktif menulis untuk sebuah aplikasi.

Dengan segudang aktivitas produktif yang dimiliki, apa sebenarnya yang ingin ia raih dalam hidupnya? Jawabannya adalah untuk menjadi motivator muda. Cita-cita inilah yang membuatnya memutuskan untuk memberi nama blognya sebagai Famotiva; “Fa” sebagai bagian dari namanya, dan “Motiva” dari kata “motivasi”. Melalui blognya, ia ingin menginspirasi para pembacanya dengan memberikan mereka beragam motivasi yang berguna dalam hidup, terutama bagi generasi muda.

Menurutnya, semakin banyak jiwa-jiwa muda yang berani menuangkan gagasan, ide, ataupun pengalamannya dalam sebuah tulisan, maka hal itu bisa memberikan dampak positif terhadap bangsa. Sebab, melalui tulisan-tulisan seperti itu, mereka dapat saling belajar dan menginspirasi orang lain. Nggak berhenti sampai situ, dengan saling belajar dan menginspirasi, jaringan pertemanan pun akan meluas, lho. Seru, kan?

Selain itu, Rifa juga memiliki cita-cita lainnya, lho, yakni untuk menjadi pendiri taman pendidikan, seorang womenpreneur, dan menerbitkan e-book inspiratif yang bisa menjadi best seller. Wah, keren-keren, ya?


Melawan persebaran hoax tidak perlu tindakan yang muluk-muluk. Pada dasarnya, jika dirimu sudah bertekad untuk menjauhkan diri dan meminimalisir persebaran hoax, hal-hal sederhana dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Mulai dari banyak membaca untuk bisa membedakan mana yang merupakan konten hoax dan mana yang bukan sehingga bisa lebih cermat dan teliti menelaah informasi sebelum menyebarkan berita, hingga berbagi tips untuk melakukan hal tersebut agar orang-orang juga ikut mengetahui bagaimana seharusnya mereka menghadapi konten hoax.

Ingin menjadi penulis yang memotivasi generasi muda telah membawa Rifa untuk ikut ambil bagian dalam melawan hoax. Bagaimana dengan dirimu? Apa yang sudah kamu coba lakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan internet yang aman dan bersih dari konten hoax? Bagikan ceritamu di kolom komentar, ya!

Sumber: Dok. Ri’fatunnisa, BestColleges.com.

Related Posts

Site Menu