artikel-di-share

Ingin Artikel Kamu di-share 100 Kali? Ini Rahasianya!

Kamu menghasilkan artikel yang secara faktual berkualitas dan memperoleh pujian dari mereka yang membaca. Namun ada hal yang mengganjal, mengapa jumlah share artikel sangat sedikit?

Mendapatkan banyak share artikel memang bukan tujuan utama dari seorang menulis (mendapatkan banyak pembaca merupakan keharusan). Namun, tentu saja cukup membantu penulis memperoleh banyak pembaca sekaligus menjadi tolak ukur menarik tidaknya artikel.

Lantas, bagaimana caranya agar artikel dishare oleh pembaca sehingga kamu bisa memperoleh traffic yang lebih tinggi? Simak yuk!

Cara mendapatkan share artikel seratus kali!

1. Memanfaatkan Social Meta Tags

share artikelSumber Gambar: Digitalvidya
Social Meta Tags adalah elemen dari Search Engine Optimization yang berfungsi sebagai penyedia data informasi mengenai sebuah halaman web. Social Meta Tags berpengaruh pada tampilan preview dari halaman web yang dibagikan melalui media sosial. Sebagai contoh pada Facebook:

share artikel
Halaman web pada artikel ini tidak memanfaatkan Social Meta Tags sehingga informasi mengenai halaman web yang ditampilkan di timeline Facebook adalah title pada artikel dan deskripsi berupa kalimat awal pada isi artikel. Bandingkan dengan ini:

share artikel
Setelah melakukan konfigurasi social meta tags, tampilan halaman web artikel ini berubah menjadi lebih rapi dan jelas. Judul ditampilkan secara utuh dan kalimat deskripsi tidak terpotong.

Tanpa ragu, kamu bisa menentukan mana yang lebih menarik untuk dikunjungi. Social meta tags memberi pembaca gambaran dasar konten artikel kamu sebelum dibaca melalui judul, deskripsi, dan gambar featured yang mendorong klik.

Jika kamu masih asing dengan penggunaan social meta tags dan tidak tahu bagaimana cara menggunakannya, kamu bisa menyimak artikel ini.

2. Menciptakan konten yang menimbulkan citra baik bagi pembaca

Banyak yang menyakini bahwa media sosial adalah cerminan diri seseorang yang dapat diakses secara virtual oleh siapa saja yang terhubung dengan internet. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fractl, didapatkan data bahwa 32 persen dari responden yang merupakan pengguna media sosial Facebook membagikan konten untuk menampilkan citra baik dan 41 persen responden membagikan konten untuk menghindari citra buruk.

share artikelSumber Gambar: Fractl

Dari data di atas, diperoleh bahwa 28 persen responden setuju bahwa mereka membagikan konten untuk menunjukkan sebuah citra diri. 32 persen setuju bahwa mereka membagikan konten yang membuat mereka terlihat baik dan 41 persen dari responden menghindari membagikan konten yang membuat citra mereka buruk.

Lantas, konten seperti apa yang harus kamu buat untuk mengambarkan citra baik dari audiens dan menghindari audiens terlihat buruk? Ciptakan konten yang berimbang (tidak bias) dan hindari penggunaan kata-kata atau istilah negatif.

Kamu bisa menciptakan konten yang bertema human interest yang menyentuh. Memanfaatkan keinginan untuk tampil ‘peduli’ dan ‘memiliki sisi kemanusiaan’, pembaca akan lebih terdorong untuk share artikel kamu.

Seperti artikel berjudul
“Here is the Powerful Letter the Stanford Victim Read Aloud to Her Attacker”, yang menceritakan tentang ungkapan perasaan korban pelecehan seksual di Stanford kepada pelakunya menjadi salah satu artikel dengan jumlah share terbanyak pada tahun 2016 (1,8 juta share). Jika kamu membaca artikel tersebut, kamu dapat merasakan kesedihan sang penulis secara emosional akibat pelecehan seksual yang dialami.

BuzzSumo mencatat bahwa artikel-artikel viral pada tahun 2016 memiliki ciri sebagai berikut:

  • Artikel yang bertema “Ilmuwan menemukan…”
  • Konten yang disertai oleh data faktual
  • Opini yang kuat
  • Menyentuh hati

Kriteria di atas relevan dengan data dari penelitan yang dilakukan oleh Fractl mengenai media sosial sebagai citra diri. Kamu bisa mencoba menuliskan artikel bertema sesuai kriteria tersebut untuk memperoleh banyak share. Di Indonesia misalnya, kamu bisa menulis artikel tentang kisah kerasnya perjuangan hidup pedagang asongan yang sudah lanjut usia, artikel yang berisi opini kamu mengenai perpecahan yang terjadi di antara pengemudi ojek online dengan ojek konvensional, artikel mengenai fenomena buzzer di media sosial, atau artikel tentang hebatnya inovasi para ilmuwan Indonesia.

3. Menyediakan tombol social media sharing pada halaman konten

share artikelSumber Gambar: Wordstream
Elemen penting yang wajib ada pada laman artikel atau blog kamu, yang mendorong jumlah share artikel adalah tombol untuk membagikan halaman tersebut. Tanpa tombol, bagaimana cara orang bisa membagikan artikelmu?

Manual membagikan link pada media sosial merupakan alternatif yang baik, namun jelas kemungkinan dibagi akan lebih sedikit karena membutuhkan usaha lebih. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah:

“Dimana harus meletakkan tombol share?”

Pembaca cenderung membagikan artikel setelah mereka membacanya, jadi meletakkan tombol share di bagian bawah selagi masih engage dan semangat merupakan hal yang ideal. Jangan menyertakan tombol share yang mengikuti posisi halaman pembaca karena sangat mengganggu tampilan pembaca!

Jika kamu menggunakan platform wordpress, kamu bisa membaca panduan lengkapnya di sini.
Untuk pengguna platform blogger, kamu bisa membaca panduannya di sini.

4. Memilih platform yang tepat untuk menulis atau membagikan tulisan

share artikelSumber Gambar: Youtube
Saat ini, banyak tersedia platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menulis atau sekadar membagikan artikel yang telah kamu post di blog pribadi. Pilih platform yang memiliki traffic tinggi dan jumlah pengguna aktif yang banyak, untuk memastikan artikel yang kamu tulis atau bagikan tidak sia-sia.

Beberapa waktu kemarin, penulis menuliskan sebuah artikel mengenai tips traveling di salah satu platform menulis, Hipwee.com (ini merupakan pertama kali penulis membagikan tulisan melalui platform ini). Setelah beberapa jam diterbitkan, penulis memperoleh lebih dari 100 share artikel. Hipwee memiliki trafik yang tinggi dan banyak pembaca, platform ini bisa kamu manfaatkan untuk membagikan tulisan kamu.

Menulis artikel dengan tema tertentu juga perlu membutuhkan pemilihan platform yang tepat. Setiap platform memiliki segmentasi dan target audiens masing-masing. Apabila kamu menuliskan artikel bertema desain grafis, lebih tepat untuk membagikan artikel tersebut pada platform Muz.li dibanding mempublikasikan melalui platform hipwee, karena segmentasi dan target audiens dari muz.li adalah mereka yang menggemari desain visual.


Empat poin di atas merupakan hanya beberapa tips supaya artikel kamu lebih banyak di-share. Tips pada artikel ini tidak menjamin artikel kamu akan mendapatkan share sebanyak seratus kali, karena faktor momentum dan seberapa giat kamu mempromosikan artikel kamu mempengaruhi jumlah share yang dapat kamu peroleh!

Kunci utamanya tetap terletak pada seberapa bagus konten yang kamu buat relatif pada selera pembaca. Jikalau dua syarat ini tidak terpenuhi, maka mengeluarkan uang untuk mempromosikan artikel pun akan berujung rugi.

Simak juga tips menulis lainnya di Blog C2live untuk mengembangkan kemampuan menulismu agar lebih baik lagi!

Related Posts

1 Comment

  • Amin Posted at October 18, 2017 at 2:44 pm

    Baru tahu kalau hipwee itu blog komunitas, hehe…bisa dimanfaatkan nich…

Comments are closed.

 
Site Menu