Sinjang Indigo

Sinjang Indigo, Doa dan Harapan dalam Sehelai Kain

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Begitu luhur doa dan harapan yang tertera pada sehelai kain batik. Setiap karya yang dihasilkan setiap orang akan berbeda walaupun bermotif sama. Semua bergantung pada suasana hati sang wanita pembatik.

Dua orang wanita terlihat gemulai menampilkan tarian. Menyerap energi dari setiap jiwa yang menarikan. Setiap gerakan tubuh  mereka elok dan menampilkan arti, selaras dengan syair tembang Yogyaning Reh Mamardi Mring Siwi yang dilantunkan oleh seorang lelaki tua yang dipanggil “Mbah”. Tembang Jawa yang bermakna sangat dalam tentang falsafah kehidupan itu larik demi lariknya terucap mengiringi gerak tarian Sinjang Indigo, dibarengi dengan tetabuhan seperangkat gamelan Jawa. Asap dupa membumbung ke udara menjadi mantra yang dipanjatkan, penuh dengan doa, niat dan harapan kebaikan di hadapan Sang Pencipta.

Dahulu, seorang perempuan Jawa tidaklah dapat sebebas saat ini untuk dapat berekspresi. Biasanya mereka akan dipingit ketika memasuki usia akil balik. Mengenyam pendidikan tinggi hanyalah sebatas asa, tak mudah untuk meraihnya. Hak kebebasan berekspresi dikekang oleh para orang tua, hingga saatnya tiba seorang lelaki yang telah dijodohkan akan datang meminangnya untuk menjadi pendamping hidup. Sangat nelangsa, namun para perempuan Jawa ini tak diperbolehkan untuk membantah dan patuh kepada orang tuanya. Membatik (menuliskan/menerakan malam atau cairan lilin yang dipanaskan pada sebuah kain yang lebar) adalah salah satu cara untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan harapan dari para perempuan Jawa yang terpasung kebebasannya saat itu. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kita temui para pembatik kebanyakan adalah kaum perempuan.

Membatik Kain

Sinjang Indigo

Sinjang Indigo, adalah sebuah karya tari kontemporer dari sanggar Omah Mbudur pimpinan Nuryanto atau lebih dikenal dengan Mas Nur. Kata sinjang berasal dari bahasa Jawa berarti kain yang biasa dipakai perempuan Jawa jaman dulu, sementara Indigo (Indigofera) adalah tumbuhan penghasil warna biru. Jika diartikan secara keseluruhan maka Sinjang Indigo adalah gambaran proses membatik oleh para perempuan yang menghasilkan selembar kain berwarna biru dengan motif tertentu.

Sinjang Indigo

 

Related Posts

 
Site Menu