blogging competition

Saatnya Kenalan dengan Sonya, Pemenang Voting I Blogging Competition C2live bersama EV Hive!

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Menulis blog, walaupun isinya juga menceritakan kegiatan kita sehari-hari, punya fungsi yang berbeda dengan menulis buku harian. Jika buku harian isinya ingin kita simpan rapat-rapat, blog sebaliknya, kalau bisa kita sebarkan seluas-luasnya. Untuk mendapatkan pembaca blog, ada berbagai cara mulai dari promosi ke teman-teman, membagikan link tulisan ke media sosial, atau ikut lomba-lomba blog yang selain untuk ajang menambah pengalaman menulis juga untuk membangun koneksi dengan sesama blogger. Kali ini kita dapat kesempatan untuk ngobrol sama Sonya, Juara 1 hasil voting dari blogging competition kolaborasi EV Hive dengan C2live. Yuk, simak hasil obrolan kita dengan Sonya seputar pengalaman menulis dan blogging, serta tips-tips untuk bisa menulis artikel yang disukai banyak orang.

Produktif Menulis Dimulai dari Diri Sendiri

blogging competitionSumber: Pixabay
Bekerja tanpa terikat aturan kantor bisa bikin seseorang lebih bebas mewujudkan ide-idenya dan tentunya lebih leluasa mengatur jam kerjanya, hal itulah yang dirasakan oleh para penulis lepas atau freelancer. Beberapa orang merasa, menjadi penulis freelance adalah sebuah keuntungan, bekerja dengan waktu yang fleksibel berarti tidak perlu berangkat ke kantor pagi buta dan pulang malam setiap hari. Tetapi ada juga yang menganggap bekerja tanpa terikat peraturan itu lebih sulit karena rawan tergoda rasa malas, jadi cenderung sering menunda-nunda pekerjaan. Untuk mengatasinya, setiap penulis lepas atau blogger biasanya punya cara sendiri-sendiri.

Nah, kalau menurut Sonya, salah satu cara agar tetap produktif menulis adalah dengan memberikan dorongan untuk diri sendiri. Meskipun sudah tidak bekerja di kantor, Sonya berusaha untuk tetap produktif menulis blog. Supaya konsisten, Sonya membuat sistem reward dan punishment untuk diri sendiri. Misalnya, kalau target menulis tercapai, boleh belanja-belanja di online shop. Kalau nggak tercapai? Ya, nggak belanja. Kamu juga bisa bikin dorongan menulis versi kamu sendiri, lho. Dengan cara membuat target tulisan yang harus kamu penuhi dalam seminggu atau sebulan, jika tidak tercapai harus ada konsekuensinya. Boleh banget tuh dicoba. Sonya sendiri sudah sering mengikuti lomba menulis, salah satunya adalah lomba blog menulis review acara kepenulisan yang diadakan Elex Media. Dengan berbekal novel blognya, Sonya juga sudah menerbitkan novel pertamanya di penerbit mayor, lho.

Tujuan Menulis juga Bisa jadi Dorongan

blogging competitionSumber: Mamisonyas
Selain sistem reward, ada satu hal lagi yang bisa jadi dorongan besar untuk terus menulis. Cari tahu tujuan kamu menulis. Dengan memahami tujuanmu menulis, kamu jadi tahu apa dan kenapa kamu harus menulis, membuatmu lebih bersemangat. Bagi Sonya, menulis adalah cara untuk belajar hal-hal baru dan mengabadikannya dalam bentuk tulisan. Cara seperti ini ampuh, lho. Sudah banyak penulis yang membuktikan bahwa menulis, selain berbagi pengetahuan dengan orang lain, juga membantu penulis untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang sudah mereka pelajari jika suatu saat kita lupa tentang hal tersebut.

Alternatif lain untuk menentukan tujuan menulis adalah ikut lomba menulis, bisa lomba menulis cerpen, puisi, atau artikel blog. Saat ikut lomba paling tidak kita punya satu tujuan: menyelesaikan tulisan untuk lomba. Ya ‘kan? Setelah itu, ada yang bertujuan untuk menang, ada yang sekadar menambah pengalaman, atau ingin sering ke pembaca yang cakupannya lebih luas dengan menggunakan keyword yang dilombakan. Kamu bebas kok menentukan tujuan-tujuan tersebut. Kalau menurut Sonya, ikut lomba itu bisa kasih kita motivasi tambahan untuk menulis. Sambil ikut lomba, kita juga bisa sambil belajar. Menang atau kalah itu cuma bonus, karena justru yang seru dari sebuah lomba adalah prosesnya.

Menakhlukkan Tantangan Konsistensi Menulis ala Sonya

blogging competition
Sumber: Mamisonyas
Ada kalanya keinginan menulis hilang begitu saja. Padahal selain kepandaian meramu tulisan, konsistensi dalam menulis itu juga penting, apalagi untuk penulis blog. Pengunjung blog tentu mengharapkan tulisan baru untuk dibaca, paling tidak seminggu sekali. Untuk menakhlukkan tantangan konsistensi menulis ini, dukungan itu penting. Kita pasti makin senang menulis kalau tahu banyak yang membacanya ‘kan? Biasanya teman sesama blogger akan datang jika kamu sering berkunjung ke blog mereka atau berbagi link tulisan kamu di komunitas blogger yang ada di media sosial.

Kalau menurut Sonya, “makin banyak nulis, biasanya makin banyak temennya.” Selain teman sesama blogger, teman-teman di dunia nyata juga bisa kita jadikan pembaca tulisan blog kita, lho. Jangan pernah malu untuk membagikan tulisan atau memperkenalkan blog kamu ke teman-teman. Menurut Sonya, dukungan yang didapat dari teman-teman itu sangat berpengaruh bagi semangat menulis. Apalagi kalau mereka suka karena tulisan kita bagus dan bermanfaat untuk mereka. Beberapa orang juga akan memberikan pendapatnya tentang tulisan kamu, itu bisa jadi masukan yang membangun untuk tulisan kita.


Punya banyak pengalaman ikut blogging competition ternyata tidak melulu tentang menang dan kalah. Tetapi lebih tentang pengalaman berproses dan menghasilkan tulisan yang berkualitas. Nah, kalau kamu ingin belajar hal-hal seputar blog atau tips-tips menulis lainnya, kamu dapat membacanya di Blog C2live! Selain itu, akan ada interview lainnya dengan para pemenang dan juri blogging competition C2live yang bisa jadi inspirasimu, lho. Happy writing, guys!

Related Posts

 
Site Menu