Haya ALiya Zaki

Haya Aliya Zaki, Mendirikan Komunitas Dear Blogger Net untuk Menebar Manfaat bagi Sesama

I’m a writer at Content Collision

Belum lama ini dunia blogging Indonesia diramaikan dengan bertambahnya satu lagi komunitas baru bagi para blogger, yaitu “Dear Blogger Net” (DBN). DBN sendiri merupakan komunitas blogger yang fokus melakukan berbagai kegiatan charity dan memberdayakan blogger sesuai potensi mereka masing-masing dengan cara mengadakan workshop, kerja sama digital campaign, dan lain-lain.

Lalu, siapa sosok yang ada di balik pendirian komunitas blogger ini? Dibentuk pada 9 Februari 2018, DBN didirikan oleh tiga blogger wanita yang kemampuan blogging-nya udah enggak perlu kamu ragukan lagi. Mereka adalah Haya Aliya Zaki, Lidya Fitrian, dan Dewi Sulistiawaty.

Nah, C2live mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan salah satu pendiri DBN, yaitu Haya Aliya Zaki. Bagaimana kisah perjalanannya di dunia blogging hingga bisa merintis komunitas blogger di Indonesia? Apa yang ingin diperjuangkannya dengan membentuk DBN? Harapan seperti apa yang ia miliki untuk dunia blogging dan penulisan di Indonesia ke depannya? Simak pembahasannya dalam artikel ini!

Haya Aliya Zaki, Hadirkan DBN untuk Kepentingan Kemanusiaan

Haya ALiya Zaki

Biasa disapa Haya, sosok blogger wanita ini adalah ibu dari tiga orang anak. Sehari-hari ia disibukkan dengan berbagai kegiatan ibu rumah tangga. Selain menulis dan ngeblog, sebagai salah satu pendiri DBN, tentu Haya juga memiliki tanggung jawab mengelola komunitas blogger yang belum lama lahir ini.

Mungkin kamu bertanya-tanya untuk apa Haya, Lidya, dan Dewi membuat komunitas baru lagi ketika sudah ada banyak komunitas blogger aktif dengan segala kegiatannya masing-masing di luar sana?

Haya ALiya Zaki

Kepada tim C2live, Haya bercerita bahwa DBN bukanlah komunitas yang lahir atas keputusan yang terburu-buru. Selama hampir satu setengah tahun, Haya dan dua rekannya merencanakan, membahas segala sesuatunya, hingga akhirnya mantap mengeksekusi. Komunitas DBN memiliki visi dan misi yang berbeda.

Soal ini, Haya melihat bahwa dulunya blog dijadikan media untuk mencurahkan pengalaman pribadi. Dari situ, blogger dan pembaca menjalin pertemanan yang akrab, mereka merasa tidak sendiri, terhibur, menemukan solusi, dan lain-lain. Kini menjadi tren blogger memonetisasi blog mereka. Ini perkembangan yang positif, bahkan meningkatkan blogger power itu sendiri. Blogger, terutama mom blogger, bisa berdaya secara ekonomi. Lalu, Haya dan dua rekannya kemudian berpikir bahwa alangkah baiknya jika blogger power juga dimanfaatkan demi kepentingan kemanusiaan. DBN hadir membawa misi dan visi ini.

Gemar Membaca Buku Menghantarkannya pada Dunia Penulisan

Haya ALiya Zaki

Mulanya, Haya terjun ke dunia penulisan karena gemar membaca, dari buku, majalah, dan aneka bentuk bacaan, semua dilahapnya. Dulu ketika setiap anak-anak dari keluarga besarnya berkumpul, hanya ia yang enggak ikut bermain karena saking betahnya duduk diam membaca buku berjam-jam di sudut ruangan. Kebiasaannya tersebut sebenarnya sudah enggak asing lagi di mata keluarganya. Sampai-sampai, salah satu tantenya yang memang sudah memahami kebiasaan Haya kecil malah langsung menghampiri dan menyodorkan setumpuk buku untuk dibaca olehnya.

Ketika duduk di bangku SD pun Haya rajin menulis diary yang berisi cerita tentang kesehariannya. Tentu saja, yang namanya diary pada kala itu sifatnya masih rahasia. Jadi, satu-satunya orang yang diperbolehkan membaca adalah ibunya sendiri. Setiap kali sang ibunda tercinta membaca diary buah hatinya tersebut, beliau selalu berkata, “Tulisanmu bagus. Ayo, nulis terus!” Sosok ibu memegang peran besar dalam dunia penulisan Haya. Ia mendapatkan dukungan yang membakar semangatnya seperti kritik-saran dan ide untuk menulis, dari ibunya.

Pada tahun 1995, Haya yang ketika itu masih tinggal di tanah kelahirannya di Medan, mencoba mengirim tulisannya ke media cetak koran. Sebelumnya, Haya telaten mempersiapkan diri agar tulisannya bisa layak tayang di koran, mulai dari membeli dan melahap buku-buku tentang tips menulis hingga mengikuti workshop. Alhamdulillah, satu per satu karyanya dimuat di koran. Haya jadi ketagihan.

Lika-Liku Perjalanan Haya sebagai Blogger

Haya ALiya Zaki

Haya mulai mengenal dunia blogging sekitar tahun 1999-2000. Kala itu, ia terlibat sebagai salah satu panitia acara seminar nasional jurusan Farmasi dan diminta pihak kampus untuk membuat blog berkonten bahasa Inggris demi publikasi seminar mereka. Senangnya, blog tersebut mendapat respon positif dari beberapa mahasiswa asing jurusan terkait.

Tahun 2002, Haya pindah dari Medan ke Tangerang karena ikut suami. Sibuk membangun keluarga kecilnya, Haya vakum menulis hingga tahun 2004. Barulah pada tahun 2005, Haya kembali menulis, yakni menulis buku kumpulan cerita anak. Bukunya tersebut diterbitkan oleh salah satu penerbit besar di Indonesia. Pada tahun 2009, Haya kembali aktif di dunia blogging dengan bergabung bersama Multiply.

Setelah sekian lama hingga akhirnya kembali lagi ke dunia blogging, Haya sebenarnya belum merasakan passion yang kuat di ranah ini. Menulis untuk media cetak berbeda dengan menulis untuk blog. Blog hanya dijadikannya sebagai alternatif media menulis. Bahkan, sebagian besar isi blognya adalah tulisan-tulisannya yang sudah pernah terbit di koran dan majalah. Tapi, hal ini enggak bisa jadi alasan yang cukup untuk menghentikan aktivitas blogging dalam hidup Haya.

Pada tahun 2011, setelah Multiply gulung tikar, Haya memutuskan membuat blog baru di Blogspot. Pada saat yang bersamaan, ia mendapat tawaran menjadi editor buku cerita anak dari penerbit yang pernah menerbitkan buku perdananya. Setelah dijalani, kesibukan mengedit ternyata kalah oleh kesibukan ngeblog. Haya mundur menjadi editor dua tahun kemudian. Di sisi lain, sedikit demi sedikit, passion blogging-nya terbangun. Ia juga mulai menemukan gaya bahasanya sendiri. Hal ini enggak lepas dari dukungan rekan blogger sejawatnya, Ani Berta, yang selalu memberikan dorongan kepada Haya untuk aktif mengikuti acara-acara blogger.

Haya ALiya Zaki

Apresiasi dari berbagai pihak terhadap dunia blogging, membuat Haya semakin bersemangat menekuni dunia ini. Ia pernah diundang secara confidential oleh sebuah perusahaan untuk ikut sumbang saran ide strategis di perusahaan tersebut dengan kapasitasnya sebagai mom blogger. Haya juga pernah diundang meliput rumah sakit serta klinik di Singapura dan duduk bersama pimpinan perusahaan membahas berbagai hal terkait topik kesehatan. Pengalaman tersebut menjadi memori berharga yang tak terlupakan.

Haya ALiya Zaki

Keuntungan yang didapatkan dari blogging yang pernah dirasakan oleh Haya, antara lain materi, teman, networking, dan jalan-jalan. Dalam waktu dekat, Haya akan melakukan perjalanan ke sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera berkat undangan sebuah brand. Wah, keren, ya! Keuntungan ngeblog yang diyakini paling oke untuk Haya, sih, pengalaman dan wawasan. Memang, keduanya merupakan aset yang tak ternilai.

Namun, di atas semua itu, pencapaian tertinggi dari blogging adalah apresiasi pembaca. Sebagai blogger, siapa, sih, yang enggak senang karyanya diapresiasi oleh pembaca? Kadang, rasanya sampai dibawa ke langit! Nah, soal ini, Haya punya pengalaman luar biasa.

Ceritanya, ia pernah menulis pengalamannya di blog tentang menjalani colposcopy di Singapura. Colposcopy adalah sebuah metode pemeriksaan sel kanker di leher rahim dan sekitarnya. Kemudian, seorang pembaca perempuan yang juga harus menjalani colposcopy atas anjuran dokter, menghubungi Haya, seolah meminta kekuatan. Keduanya mengobrol cukup intens hingga akhirnya perempuan tersebut berhasil mengalahkan ketakutannya dan mau menjalani colposcopy. Benar-benar kisah pengalaman yang inspiratif, ya! Ternyata, sebagai blogger, kamu bisa, lho, membantu memberikan kekuatan kepada orang lain berawal dari postingan blog kamu.

Harapan atas Terbentuknya DBN

Haya ALiya Zaki

Sebagai muslimah, Haya mengamini sabda Rasulullah saw., “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Karenanya, ia enggak punya target muluk-muluk dengan mendirikan DBN. Ia hanya ingin agar komunitas yang dibangunnya ini bisa bermanfaat bagi sesama dengan mengandalkan blogger power. Bersama blogger-blogger lain dalam DBN, event charity yang mereka selenggarakan akan lebih berdampak.

Nah, tujuan ini enggak semata-mata berhenti sebagai angan aja, lho. Belum lama ini DBN mewujudkan salah satu misinya melalui #DBNCharityVisit, yakni melakukan kunjungan ke salah satu sekolah gratis untuk anak-anak prasejahtera yang ada di daerah Bekasi, yaitu PKBM GINUS Itaco.

Kunjungan ke PKBM ini merupakan #DBNCharityVisit yang pertama. Program charity DBN sendiri pada dasarnya bertujuan mendatangi lokasi-lokasi yang kerap melakukan kegiatan sosial, namun belum begitu terekspos. Nah, pada kunjungan kemarin, DBN meliput kegiatan siswa-siswi wirausaha di sana, membuat tulisan tentang PKBM GINUS Itaco di blog, dan melakukan share di berbagai media sosial. Harapannya, publik bisa membaca, merasa terinspirasi untuk melakukan kebaikan yang serupa bahkan lebih, atau memberikan dukungan moril maupun materil kepada pihak terkait. Soal ini, DBN terbuka banget, kok, untuk berkolaborasi dengan komunitas lain ataupun brand yang ingin terlibat.

Ingin Jadi Blogger yang Lebih Baik? Ini Dia Sedikit Free Blogging Tips dari Haya!

Haya ALiya Zaki

Melihat berbagai perkembangan dan tren blog yang ada hingga kini, Haya berpesan kepada para blogger untuk menjadi blogger yang berintegritas. Jangan sampai kamu asal salin tempel demi mendapatkan traffic, beli followers dan likes, apalagi menebar hoax! Insya Allah rezeki udah masing-masing, jadi enggak perlu ribut, berebut, dan saling sikut satu sama lain.

Posting konten sesuai minat sehingga blogging enggak jadi beban berlebih buat kamu. Tapi, tetaplah selalu mencoba menyajikan konten yang informatif dan menarik, ya! Usahakan tampilan blogmu catchy dan meninggalkan kesan tersendiri bagi pembaca. Selain itu, konsisten menjalani apa yang kamu perjuangkan melalui blog.

What you do every day matters more than what you do once in a while.

Rajin-rajin share posting-an blog kalian di media sosial. Ini juga penting banget, lho, buat kemajuan dan pembangunan citra blogmu!

Nah, untuk tips lain, Haya juga menyarankan kamu bergabung dengan komunitas blogger. Kenapa? Di komunitas kamu bisa mendapat berbagai pembelajaran dan dukungan yang related banget dengan blogging. Perkembanganmu sebagai blogger akan lebih pesat.

Selain itu, untuk memicu kemampuan blogging kamu, jangan segan-segan mengikuti lomba blog yang tema-nya kamu senangi. Dengan mengikuti lomba blog, kamu akan terpacu untuk membuat konten sebagus mungkin. Kamu juga akan mendapatkan pendedahan tertentu dari pengalaman keikutsertaanmu dalam macam-macam lomba blog. Bagi Haya sendiri, lomba blog menjadi pintu pembuka yang membawanya ke berbagai peluang lain seperti menjadi juri lomba blog dan narablog. Keren, kan?


Nah, itu tadi hasil bincang-bincang C2live dengan Haya pada kesempatan kali ini. Pastinya, banyak hal positif bisa kamu petik, kan? Dengan semangat, kegigihan, dan konsistensi, semua itu bisa dicapai, kok!

Jangan mudah menyerah dan teruslah asah kemampuan blogging-mu hingga kamu bisa menebar manfaat dan menjadi inspirasi bagi sesama ya, Guys! Sampai jumpa di kisah sosok inspiratif lainnya!

Sumber: Dok. pribadi Haya Aliya Zaki, @hayaaliyazaki.

Sosok Haya tadi sudah membuktikan kalau kaum perempuan bisa merintis karya untuk meraih sukses di bidang kerjanya. Punya kisah inspiratif serupa? Yuk, serukan emansipasi wanita dengan berpartisipasi dalam lomba blog “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja” yang diselenggarakan oleh C2live sekarang juga!

Related Posts

 
Site Menu