Teroka Dieng

Teroka Dieng: Kisah Pangeran Kidang Garungan Hingga Pedasnya Cabai Gendot

Wonosobo tak hanya bicara tentang kelezatan Mie Ongklok ataupun Enthog Gobyos yang mengulik rasa di seputar lidah. Tetapi juga kisah tentang berbagai mitos yang ternyata masih bergulir dan dipercaya oleh banyak masyarakat di wilayah pegunungan Dieng. Kisah tentang sakit hatinya Kidang Garungan – seorang pangeran berwajah kijang yang merasa di-php-in oleh Shinta Dewi – ditengarai sebagai asal usul Kawah Sikidang, hingga minuman Purwaceng yang dipercaya sebagai penambah tenaga dan vitalitas oleh para pria. Semuanya terangkum dalam jalinan aksara yang dirangkai menjadi cerita.

KAWAH SIKIDANG

Ibarat sambutan kepada para pengunjung, bau belerang yang pekat dan menyengat menguar ketika kita sampai di pelataran parkir Kawah Sikidang. Dari kejauhan tampak kepulan asap putih yang membubung tinggi muncul dari kawah vulkanik raksasa. Material yang dikeluarkan dari kawah raksasa ini adalah air dan asap, dengan kandungan unsur belerang yang cukup tinggi. Sementara bebatuan andesit merupakan unsur utama yang menjadi penyusun kawah Sikidang.

Keunikan kawah ini karena dimana letak kawah utama yang dapat berpindah-pindah, bagaikan seekor kijang yang melompat-lompat. Sebuah fenomena alam yang akan jarang kita temukan dan menarik perhatian. Dalam kesehariannya kawah ini banyak dikunjungi orang-orang yang ingin menyaksikan aktifitas gunung berapi, yang terlihat jelas pada letupan-letupan kecil lumpur panas vulkanik dan gas ataupun asap putih yang mengepul ke udara. Suhu di permukaan kawah diperkirakan dapat mencapai 80-90 derajat Celcius. Kalian  sebaiknya membawa masker penutup hidung, dikarenakan aroma belerang yang pekat jika terhirup dapat menyebabkan dada menjadi sesak, pusing dan perut mual.  Pengunjung akan makin bertambah terlebih lagi pada akhir pekan atau hari libur.

00__P5870203

Kawah Sikidang, dengan letter sign yang cukup besar dan mengganggu pemandangan. Dok: Pribadi

Baca Selengkapnya

Related Posts

Site Menu