Sridewanto Pinuji - Bloger Lingkungan

Maksimalkan Potensimu! Jadilah Bloger Lingkungan Inspiratif dengan 6 Tips dari Sridewanto Pinuji Ini!

I’m a writer at Content Collision

Sebagai bloger, apakah kamu peduli dengan isu lingkungan dan kerap ingin mengulasnya di blog post kamu? Tapi, muncul kekhawatiran kalau tema lingkungan nggak akan ramai pengunjung dan malah bikin traffic-mu sepi? Hal yang sama juga disadari Sridewanto Pinuji, kok!

Tapi, sosok yang satu ini nggak menyerah begitu saja dalam memperjuangkan tujuan hidupnya. Kepeduliannya terhadap isu lingkungan mendorongnya untuk terus menulis tentang lingkungan sekitar dan membangkitkan awareness masyarakat bahwa lingkungan hidup itu penting untuk kita! Nah, bagi kamu para bloger yang punya concern terhadap isu-isu lingkungan dan ingin tahu tips/trik menjadi bloger lingkungan ala Mas Sridewanto, langsung aja yuk kita tilik figur bloger lingkungan yang satu ini!

Yuk, Kenalan Dulu dengan Mas Sridewanto!

Sridewanto-Pinuji

Akrab disapa sebagai Mas Dewo, sosok yang satu ini hidup dengan tujuan untuk mengilhami dan membawa manfaat positif bagi sesama. Mengetahui fakta ini, mungkin beberapa dari kamu otomatis berpikir bahwa tujuan hidup Mas Dewo cukup mulia. Namun, impian itu nggak semata-mata jadi angan belaka di tangan Mas Dewo. Hal tersebut dibuktikannya dengan mengabdikan diri di Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai Spatial Data Analyst.

Dari situ, kamu udah bisa membayangkan, kan, kalau perjuangan hidup Mas Dewo ini nggak cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitarnya. Nggak tanggung-tanggung, demi meningkatkan manfaat dirinya, setelah selesai mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada untuk bidang Kartografi dan Penginderaan Jauh pada 2006, Mas Sridewanto kembali melanjutkan studinya di The Australian National University. Gelar Master of Environmental Management and Development pun berhasil disabetnya pada 2017. Keren, ya?

Kisah Awal Terjun ke Dunia Penulisan hingga Akhirnya menjadi Bloger

Pinuji-Blog

Sampai sini, mungkin kamu melihat pribadi Mas Dewanto sebagai orang yang kental dengan latar belakang geografi. Tapi siapa sangka? Ternyata Mas Dewanto sudah terjun ke dunia blogging sejak lama. Mulai menjadi bloger sekitar sepuluh tahun lalu, Mas Dewo mengaku awalnya nggak paham kenapa ia suka menulis. Namun, lambat laun ia menyadari bahwa menulis adalah passion-nya. Walaupun baginya sulit dilakukan, menulis pada akhirnya selalu membawa kebahagiaan tersendiri.

Bagi saya, menulis bukanlah hal yang mudah dilakukan. […] Namun, saya sangat suka menulis karena berbagai keuntungan.

Lumrah saja bagi Mas Dewo untuk mengalami kesulitan di bidang tulis-menulis. Pasalnya, latar pendidikannya nggak berkaitan dengan bidang ini. Selain itu, keterbatasan waktu dan hambatan lain pun kerap menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga kebiasaan ini. Tapi, ada alasan tertentu kenapa Mas Dewo nggak menyerah untuk terus berbagi tulisan lewat blogging.

Pertama, karena ia merasa bisa berbagi dan memberikan inspirasi kepada mereka yang membaca tulisannya. Kedua, beliau bisa mengendapkan dan menyalurkan berbagai informasi yang membanjiri otaknya setiap hari. Ketiga, ia mengaku bahwa menulis dapat membantu agar ia bisa merangkai kata dengan lebih terstruktur dan runut, yang pada akhirnya bisa ia gunakan untuk berbagai bidang lainnya di luar koteks tulis-menulis. Humble banget, ya? Karena tekadnya untuk terus berbagi dan belajar inilah, akhirnya Mas Dewo konsisten menjadi bloger. Kamu bisa cek berbagai karyanya di pinuji.net.

Sekilas Pengalaman Blogging Mas Dewo

Kompasiana-Pinuji

Menyadari bahwa manusia sesungguhnya terikat dan bergantung pada lingkungan, Mas Dewanto memutuskan untuk mejadikan isu lingkungan sebagai salah satu niche utama yang ia bangun di blognya. Apalagi melihat fakta bahwa topik ini jarang dibahas bloger lain, Mas Dewo pun berharap bahwa dengan mengangkat topik ini, akan muncul kesadaran dari masyarakat luas akan arti penting lingkungan itu sendiri. Selain itu, topik ini juga membuat dirinya bisa menerapkan latar belakang keilmuan yang ia miliki di bidang pengelolaan lingkungan.

Nah, sudah sepuluh tahun berkecimpung di dunia tulis-menulis, tentunya ada pengalaman menarik yang bisa dibagikan pula, nih! Kamu tahu, kan, seberapa sulitnya menembus redaksi Kompas yang setiap harinya dibaca jutaan jiwa itu? Tulisan Mas Dewo yang membahas tentang isu lingkungan pernah dimuat di halaman Opini-nya, lho! Kurang keren apa coba?

Nah, bagi kamu yang penasaran gimana caranya Mas Dewo bisa melakukan hal itu, simak nih kiat yang sudah disiapkan oleh Mas Dewo untuk kamu yang mau membuat tulisan opini di Kompas. Cek langsung aja post Mas Dewo soal “Kiat: Menulis untuk Opini di Kompas“!

Tips Menjadi Bloger Lingkungan a-la Sridewanto Pinuji

Generete-Ideas

Nah, ini dia bagian yang kamu tunggu-tunggu! Seakan berbagi kiat menembus redaksi Kompas aja nggak cukup, Mas Dewanto masih mau berbagi tips blogging buat kamu, terutama bagi kamu yang juga mengangkat isu lingkungan!

Bagi Mas Dewo, menjadi bloger punya keuntungan tersendiri. Bebas memilih topik dan nggak perlu ribet melewati segala aturan dan standar redaksi tentunya menjadi keunggulan dan daya tarik tersendiri untuk menjadi bloger. Tapi, hal itu nggak sontak membuat bloger sebagai okupasi yang nggak penuh dengan tantangan, apalagi kalau kamu termasuk bloger lingkungan yang kabarnya sepi peminat. Nah, supaya kamu nggak nge-down terus dan bisa mendapatkan pencerahan untuk terus berkarya, yuk langsung aja simak beragam tips dari Mas Sridewanto berikut!

1. Gelisah dengan Prospek Bloger Lingkungan, Nggak Perlu Berkecil Hati!

Bloger Lingkungan 1

Pernah ngerasain pedasnya kritik dan kecutnya komentar orang lain? Nggak PD dengan kerasnya persaingan media online? Atau malah depresi karena rendahnya antusiasme audiens terhadap blog bertema lingkungan?

Jangan berkecil hati, kamu nggak sedang berkompetisi dengan siapapun, kok! Melihat berbagai tantangan yang ada, Mas Dewo pun nggak memungkiri bahwa terkadang hal tersebut sering memudarkan semangat para bloger lingkungan. Bahayanya, kurangnya motivasi seringkali menyebabkan bloger nggak konsisten meng-update blognya. Kondisi ini sebenarnya memprihatinkan. Tapi, Mas Dewo yakin bahwa hal tersebut seharusnya nggak perlu jadi hambatan bagi seorang bloger.

“Sebab bloger tidak sedang berkompetisi dengan siapapun, tidak perlu menunggu komentar, dan bahkan tidak harus dibaca oleh orang lain. Aktivitas ngeblog ini bagi saya lebih sebagai sarana untuk menyalurkan keahlian, ketertarikan, minat, dan mungkin kegelisahan pribadi.”

2. Berbanggalah, Karena Membahas Isu Lingkungan Bermanfaat bagi Orang Lain

Bloger Lingkungan 2

Nah, kalau kamu sudah bisa meresapi hal di atas, barulah kamu bisa maju selangkah lebih ke depan sebagai bloger lingkungan. Ketika kamu sudah bisa menerima jati dirimu sebagai bloger lingkungan dan dengan senang hati berbagi informasi bermanfaat bagi orang-orang di luar sana, kamu pun akan menemukan dirimu bersyukur telah memilih niche yang satu ini!

Ingat, baik secara langsung ataupun nggak, bloger bisa berperan sebagai seorang influencer. Jadi, kalau kamu bisa meningkatkan awareness pembaca blogmu untuk lebih peduli terhadap kelestarian dan pemeliharaan lingkungan, mewujudkan lingkungan hidup yang lebih layak bagi masyarakat di sekitarmu pun nggak lagi mustahil.

Percayalah, menjadi pahlawan lingkungan nggak harus dilakukan dengan menjadi ahli ekologi, petugas konservasi alam, ataupun aktivis lingkungan. Jadi bloger pun bisa! So, berbanggalah!

3. Bahas Persoalan Lingkungan yang terjadi di Sekitarmu

Bloger Lingkungan 3

Akhir-akhir ini, kamu pastinya sadar sedang banyak fenomena lingkungan yang terjadi. Mulai dari meningkatnya frekuensi banjir di musim hujan, kebakaran yang menghanguskan 40 ruko di Siak pada 17 Februari 2018, hingga meletusnya Gunung Sinabung pada 19 Februari 2018. Percaya nggak percaya, walaupun fenomena lingkungan nggak bisa lepas dari kekuatan alam beserta dengan segala elemennya, peristiwa ini juga bisa terpicu akibat pola hidup kita, manusia, yang turut mempengaruhi keseimbangan alam.

Coba kita ambil contoh sederhana. Kebiasaan buang sampah sembarangan bisa berakibat pada peningkatan potensi banjir. Penggunaan plastik dan styrofoam berlebih bisa berdampak pada penurunan daya serap tanah. Pemakaian mesin berlebih bisa berakibat pada peningkatan suhu bumi. Lalu, pemanfaatan energi listrik yang nggak bertanggung jawab bisa mengakibatkan kebakaran. Tentunya, hal-hal seperti ini perlu mendapat perhatian lebih dari kita sebagai penghuni lingkungan hidup sekitar kita.

Tapi, jangan sampai kamu berhenti hanya pada pembahasan persoalan lingkungan yang ada. Mas Sridewanto juga menyampaikan bahwa sebagai bloger lingkungan, kamu perlu memberikan tawaran solusi atas problem yang terjadi, perkiraan hambatan dari alternatif solusi yang ada, dan tindak lanjut seperti apa yang bisa dilakukan.

4. Manfaatkan Apapun yang Ada di Lingkungan Sekitarmu dengan Bijak dan Tepat sesuai Kebutuhan

Bloger Lingkungan 4

Sepanjang pengalaman blogging-nya, Mas Dewo mengaku selalu mengumpulkan ide dari mana saja, baik hal yang dilihat, dibaca, ataupun didengar. Hal itu pun juga ia lakukan kapanpun kesempatan datang, mau sambil jalan kaki, bersepeda, naik kereta, ataupun ketika menelusuri media sosial dan berita.

Setelah mendapatkan ide, gagasan tersebut pun juga dicatatnya di mana saja, baik di buku, secarik kertas, atau di handphone. Jika sudah, beliau biasanya segera melakukan brainstorming dan mengembangkan ide menjadi kerangka tulisan. Jika sudah sempat, barulah tulisan terstruktur dirangkainya di laptop.

Tools yang digunakan Mas Dewo pun juga relatif sederhana. Jadi, kamu nggak perlu juga mikir pakai berbagai tools canggih yang akhirnya bikin pusing sendiri. Dua tools andalan Mas Dewo ialah Google Keep dan Google Docs. Keduanya diakui memudahkan beliau mencatat dan memindahkan draft yang ada di smartphone untuk kemudian diakses melalui laptop. Dengan mensinkronisasi dua device tersebut, Mas Dewo nggak perlu ribet copy-pasting antar keduanya. Another useful tips, kan?

5. Gunakan Pendekatan yang Tepat

Bloger Lingkungan 5

Bahkan orang sekaliber Mas Dewanto pun mengakui kalau topik lingkungan masih terasa kurang ‘seksi’ di mata khalayak ramai. Kompleksitas yang terkandung pada tiap isu lingkungan seringkali membuat proses penguraian benang kasus-kasus lingkunggan melelahkan dan membosankan, hingga pada akhirnya menimbulkan keengganan.

Tapi, sebagai pakar lingkungan, Mas Dewanto punya ilmu khusus untuk dibagikan buat kamu para bloger lingkungan. Berdasarkan pandangannya, manusia memahami topik pelik seperti isu lingkungan dengan empat cara, yaitu intentionality, immediacy, rate of change, dan moral/emosi.

Intentionality artinya meskipun permasalahan lingkungan terjadi, namun hal itu nggak secara langsung membahayakan atau membunuh manusia. Immediacy berarti dampak dari persoalan lingkungan ini bersifat nggak segera, namun akan terjadi di masa yang akan datang. Rate of change mengandung maksud perubahan yang disebabkan oleh isu lingkungan akan terjadi melalui proses yang panjang dan membutuhkan waktu lama. Sementara itu, untuk aspek moral atau emosi, tentunya hal ini berkaitan dengan sentimen masyarakat akan isu lingkungan yang terjadi.

Sayangnya, untuk aspek terakhir, isu lingkungan sering kalah telak jika dibandingkan dengan topik-topik politik, agama, atau gosip selebriti yang kerap kali dikemas untuk mengaduk emosi audiens sehingga mendapatkan perhatian lebih besar. Oleh karena itu, pandai-pandailah dalam memiliki pendekatan yang paling cocok dengan kebutuhanmu.

6. Buat Kegiatan Menulismu menjadi Efektif

Bloger Lingkungan 6

Tips yang satu ini sebenarnya adalah kiat yang dipakai Mas Sridewanto agar ia bisa tetap menulis dengan efektif. Untuk itu, kamu perlu punya yang namanya konsistensi, sistem yang sederhana, dan deadline.

Konsistensi yang dimaksud adalah komitmen untuk misalnya menulis minimal satu jam atau setidaknya 500 kata setiap harinya secara berkesinambungan. Sistem yang sederhana mengarah pada ruangan khusus, segelas teh, dan periode waktu tertentu yang perlu disesuaikan dengan kepribadian dan kebutuhan teman-teman bloger. Sedangkan deadline akan sangat membantu untuk mengesampingkan keinginan lain yang kurang penting dan nggak berhubungan dengan menulis, seperti bersantai menonton televisi atau iseng-iseng bersosial media.

Harapan akan Bloger Lingkungan ke Depannya

The ANU

Dengan berbagi tips di atas, tentunya Mas Dewo punya harapan tersendiri akan masa depan bloger lingkungan di kemudian hari. Kepada tim C2live, Mas Dewo mengungkapkan bahwa bagi dirinya sendiri, ia berharap suatu saat nanti dirinya dapat hidup, bekerja, dan mendapat penghasilan melalui blogging. Ia meyakini bahwa jika kita mencintai pekerjaan yang kita tekuni, maka melakukan hal tersebut nggak akan terasa seperti bekerja.

Saya mencintai menulis, maka bagi saya menulis itu bukan pekerjaan, namun aktivitas yang mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Sedangkan bagi khalayak umum, ia berharap bahwa Indonesia ke depannya bisa memiliki satu lingkungan yang sedemikian asri dengan sungai jernih yang mengalir menyusuri ibu kota, layaknya salah satu sudut kampus yang diabadikannya pada gambar di atas ketika masih menjalankan studi di The Australian National University. Dengan demikian, para penulis dan bloger lingkungan di luar sana bisa memperoleh inspirasi untuk menghasilkan karya atas apa yang dilihatnya, sehingga nggak melulu mengeluhkan kondisi lingkungan sekitar.


Nah, kita sudah tiba di akhir sharing pengalaman dan tips blogging bersama Mas Sridewanto Pinuji kali ini. Gimana? Inspiratif, bukan? Menjadi bloger biasa bukanlah hal yang mudah, terlebih menjadi bloger degan tema kompleks yang jarang peminat. Tapi, kalau kamu punya tujuan yang pasti, niat berbagi, dan kegigihan seperti Mas Dewo, menjadi bloger lingkungan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik nggak mustahil, kok.

Bagi Mas Dewo, kuncinya adalah fokus pada tujuanmu, jangan terlalu mempedulikan ramainya peminat, dan manfaatkan apapun yang ada di sekitarmu. Menulis tentang lingkungan nggak harus di blog juga. Yang penting, setiap hari, usahakan ada yang ditulis. Nggak masalah kalau kamu hanya sempat mempublikasikannya di sosial media, tetap ada manfaat yang bisa dituai. Dengan begitu, otak kalian akan terus dirangsang untuk mencari ide baru dan menuangkannya menjadi tulisan. Hari demi hari, kemampuan menulismu pun akan lebih terasah menjadi lebih baik dan lebih cepat.

Pesan terakhir Mas Dewo, jangan lupa untuk terus menulis dan memberikan manfaat bagi sesama. Sebab, hal ini bisa menjadi motivasi tambahan untuk terus berkarya dan melakukan hal yang nggak cuma menguntungkan diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Semoga artikel di atas bisa menjadi inspirasi bagimu, dan jangan lupa cek juga kompetisi blog yang diadakan oleh Qlapa! Dalam rangka mendukung produk lokal , Qlapa mengajakmu untuk berbagi cerita tentang kemudahan menemukan produk-produk lokal Indonesa. Ayo segera ikutan!

Sumber: Medium, Sridewanto Pinuji, Pinuji.net, Kompasiana, Sridewanto Pinuji, PBS, agritalks, Wikipedia, BBC, simonfilm, my creative nature.

Related Posts

 
Site Menu