Memilih Hosting

Tips Memilih Hosting yang Paling Tepat untuk Kebutuhan Blogmu

Hosting merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian para mature blogger. Tentunya, pada level tersebut, mengandalkan hosting bawaan dari blogging platform yang dipakai tidaklah lagi menjadi pilihan yang ideal. Salah satu alasan terkuatnya adalah keinginan untuk membangun identitas/branding blog secara mandiri. Karena itu, biasanya blogger-blogger senior memutuskan untuk memilih hosting sendiri bagi blognya.

Lalu, bagaimana dengan kamu yang baru mau mendaki perjalanan untuk menjadi mature blogger? Pasti sudah perlu memikirkan tentang bagaimana cara memilih hosting yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan blogmu dari sekarang, bukan? Nah, bagi kamu yang masih bingung menentukan pilihan hosting seperti apa yang terbaik bagimu, yuk langsung simak ulasan di bawah ini!

Apa yang dimaksud dengan hosting?

Memilih Hosting

Sebelum merambah lebih jauh ke pembahasan tentang memilih hosting yang terbaik, yuk kita cari tahu dulu pengertian tentang hosting itu sendiri. Hosting bisa diartikan sebagai wadah untuk menyimpan seluruh data dari situs-situs yang dimiliki orang-orang. Jadi, komponen-komponen yang ada dalam blogmu, seperti tulisan, gambar, dan video, semuanya ditampung oleh hosting.

Sejalan dengan makna tersebut, istilah hosting provider merujuk pada pihak yang menyewakan server untuk memberikan hosting bagi situs milikmu beserta dengan segala komponennya. Biasanya, hosting provider ini sekaligus mengakomodasi kebutuhan konektivitas yang kamu perlukan dengan kualitas yang cukup baik, sehingga kamu tidak akan mengalami kendala untuk mengakses file-file yang ada pada situsmu.

Jenis-jenis hosting yang perlu kamu ketahui

Memilih Hosting

Jika kamu mau memilih hosting yang paling cocok dengan kebutuhan blogging-mu, kamu perlu tahu dulu jenis-jenis hosting yang ada. Sejauh ini, C2live memantau bahwa setidaknya ada empat jenis web hosting yang tersedia secara publik. Keempat jenis hosting tersebut meliputi:

Shared hosting

Dengan memilih hosting ini, situs webmu akan ditempatkan pada server publik yang digunakan juga oleh banyak situs lainnya. Adapun jumlah situs yang ditampung oleh satu server sangatlah bervariasi. Bisa puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan. Karena sumber daya servernya bisa dipakai bersama-sama, biaya penyewaan hosting jenis yang satu ini relatif murah. Bahkan, bisa dibilang jenis ini adalah yang paling murah di antara jenis-jenis hosting lainnya.

Namun, karena banyak situs yang terlibat dalam satu layanan server, biasanya shared hosting memiliki konektivitas yang tidak terlalu cepat jika dibandingkan dengan pilihan jenis hosting lainnya. Karena itu, jenis hosting ini tidak disarankan bagi situs-situs yang memiliki traffic ramai, sebab server yang digunakan akan terbebani karena tidak dapat mengakomodasi lalu lintas pengunjung yang terlalu padat. Jika dipaksakan, akibatnya situsmu akan sulit diakses, sehingga bisa berujung pada tingginya angka bounce rate atas situs terkait.

Karenanya, shared hosting sering menjadi pilihan bagi para pengelola situs yang mengejar sisi ekonomis untuk pemakaian jasa hosting dengan traffic situs yang tidak terlalu ramai.

Dedicated hosting

Jenis hosting ini memungkinkan kamu untuk menyewa server secara eksklusif hanya untuk melayani kebutuhan situsmu. Dengan kata lain, server yang kamu sewa akan benar-benar didedikasikan untuk menampung seluruh data dari komponen-komponen yang ada pada situs yang kamu kelola. Karena itu, dengan memilih jenis hosting yang satu ini, kamu bisa memiliki kontrol yang maksimal atas server web yang kamu sewa.

Virtual Private Service (VPS) hosting

VPS mengacu pada layanan hosting yang memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi server yang sama. Bedanya dengan shared hosting, layanan hosting VPS memungkinkan kamu sebagai pengguna untuk memiliki akses root ke ruang virtual yang ada. Hal ini membuat VPS menjadi pilihan jenis hosting yang lebih aman dibandingkan dengan shared hosting.

Cloud hosting

Cloud hosting menawarkan kemampuan yang tidak tertandingi untuk menangani traffic situsmu. Biarpun lalu lintas situs yang kamu miliki sangat ramai dan diiringi dengan lonjakan pengunjung dari waktu ke waktu, konektivitasnya tidak akan terganggu. Hal ini disebabkan karena cloud server yang digunakan sudah didesain agar mampu memberikan hosting bagi seluruh data dari sekelompok situs web yang ditampungnya. Karena itu, biasanya server ini membutuhkan beberapa komputer untuk menangani kebutuhan hosting dari situs-situs yang terkait dengannya. Bisa dibilang, jenis hosting ini merupakan yang paling aman dan stabil untuk konektivitas situs yang tak terbatas.

Kriteria hosting terbaik untuk kamu pilih

Memilih Hosting

Arti dan jenis-jenis hosting yang ada sudah kamu pahami. Selanjutnya, kamu mengetahui juga kriteria hosting seperti apa yang layak untuk kamu pilih. Enggak mau, kan, sampai salah memilih hosting cuma karena kamu enggak tahu aspek-aspek mana saja yang perlu kamu cermati? Kalau asal, bisa-bisa kamu tidak mendapatkan hasil maksimal dari biaya penyewaan yang kamu keluarkan.

Jadi, kriteria apa saja hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih hosting?

Keandalan server

Ketika kamu ingin memilih sebuah layanan hosting, pastikan pilihanmu jatuh pada hosting dengan kapabilitas server yang andal. Artinya, server tersebut bisa beroperasi dan melayani kebutuhanmu selama 24 jam setiap harinya, sehingga para pembacamu bisa mengunjungi situs blogmu kapanpun mereka mau.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, dibutuhkan server yang kuat dan jaringan yang stabil. Karena itu, pastikan pilihan layanan hosting yang akan kamu sewa memiliki skor uptime server yang tidak kurang dari angka 99%. Kurang dari itu, maka server dan layanan hosting yang ditawarkan sangat tidak disarankan untuk kamu pilih.

Fitur-fitur yang ditawarkan

Fitur bagaikan produk utama yang ditawarkan kepada pengguna yang menyewa layanan hosting. Jika fitur-fitur yang ditawarkan tidak memuaskan, sama saja dengan kamu ditawarkan untuk membeli produk dengan kualitas yang tidak oke. Mungkin kamu tidak akan habis pikir, tapi masih banyak, lho, hosting provider yang bahkan belum menawarkan fitur-fitur dasar, seperti Cron, Script Installer, .htaccess, Server Side Include (SSI), dan File Transfer Protocol (FTP).

Daya tampung per akun server

Banyak blogger di luar sana yang menggunakan layanan hosting dengan menggunakan lebih dari satu domain. Mungkin, kamu termasuk salah satunya. Namun, tidak semua hosting provider dapat memberikan layanan yang memungkinkan kamu untuk memiliki lebih dari satu domain, sebab penambahan domain akan membutuhkan ruang hosting yang lebih luas lagi

Oleh karena itu, pastikanlah bahwa layanan hosting yang kamu pilih bisa mengakomodasi kebutuhan ini, apalagi jika kamu memang sudah jelas akan menggunakan lebih dari satu domain. Kalau kamu sampai salah pilih hosting karena melalaikan faktor ini, nantinya, kamu sendiri yang akan kerepotan.

Ketersediaan pilihan upgrade server

Layanan penyewaan hosting sudah bisa banyak kamu temukan di era digital ini. Masing-masing provider pun terus berlomba-lomba untuk memberikan beragam layanan dan fitur-fitur terbaik bagi para pelanggan mereka, agar dapat mengakomodasi tiap-tiap kebutuhan yang ada.

Misalnya, kebutuhan hosting blogger pemula tentu akan berbeda dengan kebutuhan hosting dari blogger yang sudah mature. Namun, memilih layanan hosting yang bisa memadai kebutuhan blogger senior sejak awal jelas bukan merupakan pilihan efektif bagi blogger pemula. Karena itu, pilihlah hosting provider yang menawarkan layanan upgrade server untuk mengikuti perkembangan blogmu. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan layanan hosting yang sesuai dengan kebutuhan blogmu dari waktu ke waktu. Tidak berlebihan, dan juga tidak kekurangan.

Tarif yang dikenakan

Sebelum memilih hosting, pastikan kamu mengetahui dengan jelas detail-detail- tarif yang akan dikenakan padamu. Biasanya, biaya daftar pertama akan cenderung lebih murah, apalagi untuk jenis shared hosting. Namun, seolah menjebak pelanggannya, banyak hosting provider yang mengenakan biaya mahal untuk tarif-tarif perpanjangannya.

Sebenarnya, hal tersebut sering ditemukan terjadi pada transaksi-transaksi hosting yang telah ada. Walaupun peningkatan harga untuk tarif perpanjangan merupakan sesuatu yang wajar dalam bisnis hosting, kamu tetap perlu, lho, untuk mengetahui secara persis soal akan seperti apa peningkatan tarif perpanjangan yang kelak akan kamu terima. Dengan begitu, kamu tidak akan kaget dan jadi bisa mengantisipasi biaya-biaya hosting yang akan dikenakan padamu.

Selain tarif perpanjangan, kamu juga perlu memperhatikan mekanisme refund yang ditawarkan oleh provider terkait. Mulai dari ketersediaan mekanisme tersebut, hingga seperti apa syarat-syarat yang berlaku untuk mendapatkan refund dari provider tersebut. Hal ini benar-benar perlu kamu perjelas, sehingga nantinya kamu tidak akan menyesal jika ada bentuk layanan yang mengecewakan dari provider yang kamu pilih.


Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memilih hosting tertentu. Jadi, pastikan kamu mendapatkan informasi yang cukup terkait kandidat-kandidat provider yang akan kamu pilih. Ini akan menghindarkanmu dari kemungkinan untuk mendapatkan pengalaman mengecewakan yang bahkan bisa berimbas buruk pada perkembangan blogmu.

Semoga dengan adanya artikel ini, kamu jadi lebih tercerahkan dan cermat untuk memilih hosting web yang paling sesuai dengan kebutuhan blogmu. Good luck!

Sumber gambar: Graet New, Flickr, Sillred, Genereus.

Related Posts

Site Menu