memilih nama domain

Tips Memilih Nama Domain yang Efektif untuk Blogmu

Tahukah kamu bahwa pemilihan nama domain itu penting untuk situs blogmu? Setiap situs blog pasti sudah memiliki domain bawaannya masing-masing. Namun, sangat tidak direkomendasikan bagi kamu untuk mengandalkan domain bawaan yang sudah disediakan oleh platform blog yang kamu pakai.

Pasalnya, domain yang kamu pilih bisa sangat mempengaruhi performa pemasaran dan perkembangan blogmu. Hal ini disebabkan karena melalui domain yang kamu pilih, kamu bisa meningkatkan brand awareness pembaca terhadap citra blogmu sendiri.

Karena itu, kamu tidak bisa menyepelekan pemilihan domain, apalagi sembarangan memilih nama domain untuk situs blogmu. Nah, supaya kamu bisa mengakomodasi perkembangan blogmu dengan lebih baik, yuk, simak beberapa tips memilih nama domain berikut!

1. Pilihlah nama domain yang mudah diingat dan diketik

tips memilih nama domainTips memilih nama domain yang pertama adalah mengupayakan untuk menggunakan kata-kata yang mudah diingat dan diketik. Pasalnya, domain merupakan bagian dari identitas alamat situs yang kamu miliki. Jika kamu ingin orang-orang mudah untuk mengunjungi situs blog yang kamu miliki, pastikan nama domain yang kamu pilih memenuhi dua kriteria tersebut.

Untuk mendapatkan nama domain yang mudah diingat, kamu bisa memilih nama-nama yang catchy, sehingga akan meninggalkan kesan yang kuat bagi pembaca. Artinya, kamu perlu menghindari pemilihan nama yang ejaannya rumit sehingga sulit untuk diketik, termasuk menghindari penggunaan angka dan simbol yang sulit diingat juga. Dengan melakukan hal ini, kamu bisa meminimalisir kemungkinan kekeliruan pengetikan alamat situs oleh pembaca yang ingin mengunjungi situs blogmu secara langsung.

2. Gunakan keyword yang relevan dengan identitas blogmu

tips memilih nama domainTips memilih nama domain berikutnya adalah menggunakan kata kunci yang mampu menggambarkan keseluruhan blogmu secara tepat. Tentunya, ini juga ditujukan untuk mendukung pembangunan citra blogmu. Sebab, dengan menggunakan keyword semacam ini, pembaca jadi akan lebih mudah untuk me-relate nama tersebut dengan karakteristik utama blogmu.

Karenanya, pastikan kamu menggunakan kata yang dapat mencerminkan identitas situsmu secara gamblang. Misalnya, jika blogmu mengulas tentang travel, gunakanlah kata-kata dengan elemen jalan-jalan, seperti “langkah”, “journey”, “backpack”, atau “travelling”. Jika blogmu akan mengulas topik-topik kuliner, kamu bisa menggunakan kata-kata seperti “resep”, “delicious”, “jajanan”, dan sebagainya.

Semakin tinggi tingkat relevansi kata kunci yang kamu gunakan terhadap niche yang ingin kamu gali, maka akan semakin efektif juga pemilihan nama tersebut untuk memasarkan blogmu. Sebab, para pembaca di luar sana juga pasti akan menggunakan kata kunci yang relevan dengan suatu topik tertentu ketika mereka ingin mencarinya di internet.

Baca juga: Yuk, Intip Hal Apa Saja yang Wajib Kamu Tahu tentang Domain!

3. Sesuaikan dengan area marketing-mu

tips memilih nama domainTips memilih nama domain satu ini merupakan salah satu pertimbangan paling menarik untuk kamu renungkan. Pasalnya, ketika kamu bertekad untuk serius membangun blog, kamu tentu perlu memasarkannya juga agar dapat diketahui oleh lebih banyak pembaca.

Lalu, tahukah kamu bahwa pengguna search engine biasanya diarahkan untuk mencari informasi berdasarkanberdasarkan wilayah domainnya? Yup, itulah faktanya!

Hal tersebut pun juga berlaku pada Google, search engine raksasa yang rasanya diandalkan oleh hampir seluruh umat di muka bumi untuk mencari informasi di internet. Berdasarkan algoritma yang dipakai, Google akan memprioritaskan hasil pencarian untuk laman-laman website sesuai dengan wilayah regional si pencari informasi. Hal ini ditujukan agar SERP bisa memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan kebutuhan si pencari informasi tersebut.

Karena itu, jika kamu ingin menyertakan unsur berbau wilayah baik dalam bentuk penggalan kata atau extension  pada nama domainmu, gunakanlah kata/extension yang sesuai dengan wilayah pemasaranmu. Dengan begitu, kamu akan bisa lebih mudah menjaring pengunjung yang lebih potensial untuk dijadikan target audiensi blogmu.

4. Gunakan extension yang sesuai

tips memilih nama domainDalam memilih nama domain, kamu bisa memilih extension untuk situs blogmu juga, lho. Apa sih extension itu? Maksud dari extension di sini adalah akhiran yang biasanya digunakan pada akhir alamat situs-situs, seperti ‘.com’, ‘.id’, ‘.org’. Masing-masing extension ditujukan untuk mengelompokkan jenis-jenis informasi yang disediakan oleh situs terkait, misalnya:

  • .co biasanya diperuntukkan bagi situs perusahaan, perdagangan, dan komunitas;
  • .info untuk situs informasi;
  • .net untuk teknis atau situs infrastruktur Internet;
  • .org untuk organisasi non-komersial dan organisasi nirlaba;
  • .biz untuk penggunaan bisnis atau tujuan komersial, seperti situs e-commerce;
  • .me untuk blog, resume, atau situs pribadi.

Nah, sekarang kamu sudah tahu macam-macam extension dan tujuan penggunaannya. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan blogmu, ya. Jangan sampai kamu memilih extension dengan asal, sebab nantinya kamu akan menanggung berbagai risiko akibat kekeliruan tersebut kemudian hari.

Baca juga: Berkenalan dengan Domain Authority dan Page Authority, Dua Hal Penting bagi Kemajuan Blogmu

5. Reseach it

tips memilih nama domainSampai tahap ini, mungkin kamu sudah siap dengan nama domain idaman untuk blogmu. Tapi, tips memilih nama domain tidak selesai hanya sampai di situ!

Setelah kamu menentukan nama domain untuk situs blogmu, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan research terhadap nama domain yang sudah kamu pilih. Sehubungan dengan tips yang satu ini, ada dua hal yang perlu kamu perhatikan.

Pertama, cari tahu apakah nama blogmu sudah sangat unik. Bukan hanya untuk memastikan bahwa nama tersebut available untuk kamu gunakan, namun hal ini juga bertujuan agar pengunjung tidak keblinger antara nama domainmu dengan nama domain orang lain yang mungkin saja sangat mirip dengan milikmu.

Kedua, pastikan bahwa nama domain yang kamu gunakan juga tidak super mirip atau mengandung unsur yang menjadi ciri khas badan legal lain, terutama badan komersial. Hal ini ditujukan untuk menghindari adanya permasalahan copyright yang berpotensi membuatmu terjerat masalah hukum. Pasalnya, hingga saat ini, sudah ada berbagai kasus seputar isu terkait yang dipermasalahkan oleh perusahaan-perusahaan ternama.

Nah, untuk menghindarkanmu dari problem-problem tersebut, kamu bisa melakukan research terhadap nama domain pilihanmu menggunakan situs-situs yang menyediakan jasa tersebut, seperti GoDaddy. Situs ini dapat membantu kamu untuk menunjukkan nama-nama domain yang sudah dipakai, serta suggestion untuk nama-nama yang masih kosong. Praktis dan bermanfaat banget, ya?

Baca juga: Ingin Meningkatkan Domain Authority? Begini Caranya!


Kamu mungkin memiliki banyak pilihan nama untuk domain situs blogmu. Namun, pastikan kamu memilih nama domain yang benar-benar sesuai dan cocok dengan identitas blogmu. Dengan begitu, nama domain tersebut akan lebih relevan dengan kegiatan blog yang kamu miliki, sehingga akan memudahkanmu pula untuk memasarkan konten-konten blogmu.

Selain itu, pastikan juga kamu memilih nama domain yang orisinal untuk situs blogmu, ya, supaya nantinya para pembaca bisa dengan mudah mengidentifikasi blogmu dan tidak keblinger dengan situs blog lain.

Selamat mencoba tips memilih nama domain di atas, ya! Happy blogging!

Sumber gambar: New York Post, Client Experience Institute, Blue Fountain Media, Physioguru, Alok Kumar.

Related Posts