Plagiarisme

6 Tips Jitu Mencegah Plagiarisme pada Blogmu!

Kalau kamu seorang seniman, penulis, atau seorang blogger, harus diakui kalau apa yang kamu lakukan memang nggak mudah. Bekerja atau menjadi pemeran aktif di industri kreatif, ada beberapa aspek sensitif yang harus kamu perhatikan, misalnya menciptakan ide dan inovasi baru bagi peminat atau penggemar karyamu. Nggak berhenti sampai di situ, ada masalah integritas yang nggak boleh luput dari perhatianmu, yakni terkait plagiarisme.

Banyak orang yang bilang, ”imitation is the sincerest form of flattery”. Pada kenyataannya, nggak sedikit orang yang menyalahgunakan kalimat ini sebagai alasan untuk melakukan plagiarisme. Nggak cuma dalam industri kreatif konvensional, tapi juga di industri kreatif digital, sebut saja dalam dunia blogging. Nah, buat teman-teman blogger, apa sih bahaya plagiarisme dan bagaimana mencegahnya supaya kamu nggak menulis konten plagiat?

1. Apa Bahaya Plagiarisme bagi Seorang Blogger?

Plagiarisme

Sumber: Plagiarism Awareness Workshop
Pertama, plagiarisme nggak ada bedanya dengan mencuri. Menaruh atau mengutip tulisan orang lain disertai dengan sumber aslinya memang dibolehkan, tapi terang-terangan meng-copy paste tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumber atau credit bisa dibilang sebagai plagiarisme, lho.

Kedua, sebagai seorang blogger, meskipun kamu nggak memiliki banyak pembaca, kamu harus tetap menjunjung sikap profesional. Kalau kamu melakukan content spinning atau secara gamblang ‘mencuri’ posting-an orang lain, itu akan berdampak buruk bagi reputasimu sebagai blogger dan juga reputasi brand milikmu.

Ketiga, kamu bisa saja dituntut atas pelanggaran hak cipta oleh pemilik asli konten yang kamu jiplak. Lagipula, mesin pencari Google juga nggak menyukai plagiarisme. Saat Google mengetahui kamu memiliki duplicate content di website milikmu, bisa jadi posisimu jatuh drastis di hasil mesin pencari Google dan kamu nggak akan mendapatkan traffic.

Nah, setelah tahu bahayanya melakukan plagiarisme, gimana caranya supaya kamu tahu kalau konten yang kamu buat nggak menjiplak karya orang lain?

2. Rencanakan Tulisan yang Ingin Kamu Buat

PlagiarismeSumber: Glenn Carstens-Peters
Biasanya, plagiarisme pada blogging terjadi saat kamu sedang dikejar-kejar deadline tulisan. Karena terburu-buru, kamu tergoda untuk melakukan ‘ctrl + C dan ctrl + V’ saja supaya cepat selesai. Solusinya nggak sulit, kok, kamu hanya perlu merencanakan tulisanmu lebih awal. Kalau perlu, kamu bisa memulai merencanakan tulisan seminggu sebelum tanggal deadline. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan dengan matang kerangka karangan serta poin-poin yang ingin kamu bahas pada tulisan. Jangan ragu berdiskusi dengan editormu kalau merasa bingung!

3. Hati-Hati dengan Guest Blogger

Plagiarisme

Sumber: llustrationVault
Meski nggak semua guest blogger itu curang, nggak semua guest blogger jujur. Jadi, saat tiba-tiba ada blogger yang menawarkan artikelnya untuk dipublikasi sebagai salah satu konten di blog milikmu, kamu harus hati-hati. Walaupun kontennya sangat bagus, jangan lupa mengeceknya berkali-kali sebelum memutuskan bekerjasama dengan blogger tersebut. Jangan sampai karena kesalahan sepele, blog milikmu malah kena penalti dari Google.

4. Ambil Banyak Sumber

PlagiarismeSumber: kazuend
Supaya cepat selesai, seringkali blogger hanya mengambil satu sumber artikel yang menjadi referensi mereka. Kalau kamu merupakan salah satunya, coba deh, mencari dua sumber atau lebih saat menulis artikelmu. Makin banyak sumber yang kamu gunakan makin baik. Selain bisa menjadi cara jitu mencegah plagiarisme, banyaknya sumber yang digunakan juga bisa membantumu memberikan informasi yang kredibel dan variatif bagi pembaca. Jangan lupa memberikan backlink pada narasumber jika kamu mengutip perkataan atau menggunakan informasi dari mereka, ya!

5. Coba Lakukan Paraphrasing Ketika Mengutip Ide dari Sumber Lain

PlagiarismeSumber: Aaron Burden
Saat kamu menulis suatu informasi umum yang nggak perlu dihubungkan dengan apapun—misalnya pengetahuan umum, nggak ada salahnya kamu melakukan paraphrasing pada tulisanmu. Mengapa harus begitu? Karena tiap orang pada dasarnya memiliki gaya bahasa tertentu yang terus menerus digunakan. Paraphrasing berguna untuk mencegahmu menulis kalimat yang sama dalam dua konten yang berbeda. Kesamaan kalimat sekecil apapun bisa dideteksi sebagai duplicate content oleh Google, lho. Nggak mau kan, posisi blog yang kamu rintis jatuh drastis pada SERP?

6. Gunakan Tools untuk Mencegah Plagiarisme

PlagiarismeSumber: Carlos Muza
Ada banyak kok tools yang bisa kamu pakai untuk mengecek keaslian konten dan mencegah plagiarisme pada blog milikmu. Tools ini pun memiliki banyak variasi, buat kamu yang memiliki budget lebih, ada tools premium dan berbayar, tapi bukan berarti nggak ada tools yang gratis! Beberapa tools yang bisa kamu gunakan yakni CopyScape, Plagiarism Checker dari Small SEO Tools, PlagScan, dan Unicheck.


Setelah membaca artikel di atas, kamu jadi tahu kan bahayanya plagiarisme? Mencegah plagiarisme juga penting sebagai salah satu cara menghargai karya teman-teman yang sama-sama bekerja di industri kreatif. Jadi, hindari melakukan plagiat karya orang lain, ya.

Jika kamu sedang mencari tips-tips blogging dan inspirasi menulis lainnya, kamu bisa banget menemukannya di blog C2live. Selamat berkarya!

Related Posts

Site Menu