Menjadi-Narasumber

Ingin Menjadi Narasumber yang Bisa Diandalkan? Ikuti 5 Tips Berikut!

I’m a writer at Content Collision

Pernah mewawancarai seseorang? Gimana hasilnya? Nggak bisa dipungkiri, karena karakter manusia yang berbeda-beda, pasti hasil wawancara yang kamu dapat dari tiap narasumber berbeda juga, walau mungkin topik yang dibahas sama. Tapi, nggak setiap kali pula kamu bisa mendapatkan jawaban dan informasi yang memuaskan pula dari narasumber, kan?

Kalau sudah begitu, mungkin kamu akan bete atau bingung bagaimana mengolah informasi yang kamu dapat menjadi tulisan yang padu. Hal serupa pun bisa terjadi pada orang lain yang mewawancaraimu, lho! Kalau kamu mendapat kepercayaan untuk menjadi narasumber, pasti kamu ingin memberikan yang terbaik, dong? Entah itu karena ketulusan hati, atau supaya kamu tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang akurat.

Tapi, apakah kamu sudah tahu gimana caranya supaya kamu bisa menjadi narasumber yang baik dan membuat pewawancaramu senang karena mendapatkan informasi berbobot? Simak dulu caranya di sini!

1. Siapkan Materi

Menjadi-Narasumber-1

Tips yang satu ini penting banget buat kamu yang akan menjalani wawancara secara tatap muka. Sebab, ketika kamu sudah bertemu, kamu nggak akan lagi sempat untuk ubek-ubek informasi ke sana kemari untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan. Karenanya, sebelum kamu bertemu dengan pewawancaramu, pastikan kamu sudah memahami topik apa yang akan dibahas dan mempersiapkan materi untuk disampaikan.

Mulai dari riset mengenai topik yang disepakati, pemahaman konteks yang akan dibahas, sampai key points apa saja yang perlu kamu sampaikan, perlu kamu persiapkan. Hal ini akan membantu kamu untuk memberikan jawaban yang sesuai ekspektasi pewawancara, bahkan secara runut, sehingga alur berpikirmu mudah dipahami. Namun demikian, kamu perlu siap-siap juga untuk menjawab pertanyaan yang nggak terduga lho, ya!

2. Dengarkan Pertanyaan dengan Saksama

Menjadi-Narasumber-2

Menjadi narasumber, tentu kamu ingin memberikan jawaban sesuai kebutuhan si pewawancara dan bukan malah menebar informasi sesukamu sendiri. Oleh karena itu, kamu perlu mendengarkan pertanyaan yang disampaikan pewawancaramu dengan saksama. Cermatilah poin apa yang sebenarnya ia tanyakan sebelum memberikan jawabanmu. Pastikan kamu memberikan apa yang memang dicari oleh si pewawancara.

Kalau kamu ragu dengan maksud pertanyaan yang disampaikan, nggak ada salahnya kok mengkonfirmasi persepsimu terhadap pertanyaan tersebut. Dengan demikian, kamu akan tahu apakah kamu memahami pertanyaan sesuai dengan yang ingin disampaikan atau tidak, sehingga jawabanmu akan dianggap relevan oleh pewawancara.

3. Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti

Menjadi-Narasumber-3

Mungkin kamu memang memiliki pengetahuan atau ilmu lebih akan hal tertentu hingga dijadikan sebagai narasumber. Tapi ingat, kamu tetap harus tahu siapa audiensmu. Belum tentu semua yang akan menikmati informasi yang kamu bagikan memiliki latar belakang pengetahuan yang sama, sehingga bisa dengan mudah memahami apapun yang kamu sampaikan.

Karenanya, sampaikan tanggapanmu terhadap pertanyaan dari pewawancara dengan bahasa yang mudah dimengerti, bahkan oleh orang awam sekalipun. Dengan demikian, informasi yang kamu sampaikan bisa bermanfaat bagi kalangan yang lebih luas, karena bisa dipahami oleh lebih banyak orang.

Baca juga: 7 Tips Jitu untuk Menjadikanmu Pewawancara yang Oke di Mata Narasumber

4. Sampaikan Tanggapan dengan Lugas namun Rileks

Menjadi-Narasumber-4

Kadang, proses wawancara memakan waktu yang cukup lama. Berbagai macam distraksi bisa saja datang dan mengganggu fokusmu. Namun demikian, kamu harus bisa memberikan informasi dengan tepat sasaran dan lugas. Jangan sampai jawabamu terkesan kabur dari topik atau mengambang.

Akan tetapi, kamu juga perlu menyampaikan jawaban dengan rileks. Jawaban dan perilaku yang kaku bisa membuat pewawancara terlampau segan atau bahkan kurang mengerti maksud yang kamu sampaikan, sehingga bisa menghambat jalannnya wawancara. Karenanya, pastikan si pewawancara juga merasa nyaman untuk mengeksplor berbagai hal terkait topik yang dibahas dengan menunjukkan sikap yang santai namun tetap profesional.

5. Hindari Pembicaraan yang Menyimpang dari Topik Wawancara

Menjadi-Narasumber-5

Sebenarnya ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Tujuannya adalah supaya kamu bisa memberikan informasi sepadat mungkin namun tetap tepat sasaran. Artinya, apa yang kamu sampaikan pada pewawancara memang relevan dengan topik yang sudah disepakati untuk dibahas, sehingga wawancara bisa berjalan secara efektif.

Terkadang, malah si pewawancara yang justru menanyakan hal-hal di luar/menyimpang dari topik yang dibahas. Pada saat seperti inilah kamu harus bisa meluruskan lagi jalannya wawancara. Perlu diingat, kamu nggak harus menjawab semua pertanyaan yang dilemparkan padamu, kok. Apalagi kalau sudah ada embel-embel off the record. Jadi, berikanlah tanggapan yang memang relevan dan sesuai dengan kebutuhan topik yang dibahas dan buat informasi yang kamu sampaikan berbobot.

Baca juga: Ini Dia 6 Ciri Narasumber yang Baik untuk Diwawancarai!


Itu dia hal-hal yang perlu kamu lakukan supaya bisa menjadi narasumber yang baik untuk diwawancarai. Selain membuat pewawancara nyaman melakukan dialog wawancara denganmu, dengan mengikuti 5 tips di atas, kamu jadi bisa memberikan informasi terbaik bagi siapapun yang akan menjadi audiensmu nantinya.

Dengan persiapan dan sikap yang tepat sebelum dan saat melakukan wawancara, dijamin kamu bisa menjadi narasumber yang bisa diandalkan. Oh, ya! Jangan lupa juga untuk menjalin relasi yang baik dengan si pewawancara bahkan setelah proses interview selesai, ya! Siapa tahu, kalian bisa bekerja sama lagi di kemudian hari. Tetap semangat terus dalam mengembangkan dirimu, guys!

Sumber: Surmount Studios, walkingbytheway, The Blacklist, eLearning Industry, Alchetron, PinsDaddy.


Jangan lupa untuk cek dan ikuti Lomba Blog Hujan Duit untuk mendapatkan kesempatan memenangkan duit asli!

Related Posts

 
Site Menu