Pewawancara

7 Tips Jitu untuk Menjadikanmu Pewawancara yang Oke di Mata Narasumber

Menulis artikel nggak bisa sembarangan, begitu pula dengan segala proses yang dilalui. Mulai dari mengumpulkan informasi, mengolahnya, hingga menyampaikannya kepada audiens. Terkait artikel yang berkualitas dan kredibel, tentunya informasi yang terkandung di dalamnya haruslah sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu, seringkali kita membutuhkan informasi langsung dari para ahli atau orang yang berkaitan secara langsung dengan topik yang kita bahas. Karenanya, proses wawancara sudah jadi hal yang lumrah untuk dilakukan untuk mendapatkan informasi otentik akan suatu hal untuk disampaikan pada pembaca.

Namun demikian, nggak semua orang bisa melakukan wawancara dengan baik. Terkadang, karena pertanyaan yang kurang tajam, informasi menarik jadi nggak keluar dari mulut si narasumber. Atau, karena sikap kita sebagai pewawancara yang kurang baik, narasumber jadi ogah untuk berbagi informasi. Jadi, bagaimana sebenarnya cara menjadi pewawancara yang baik supaya bisa mendapatkan informasi berkualitas dari narasumber? Yuk, kita tilik bersama tipsnya di bawah ini!

1. Siapkan Segala Sesuatunya dengan Baik sebelum Memulai Wawancara

Siapkan-Segala-Sesuatunya-Pewawancara

Ketika dikatakan segala sesuatunya, hal ini benar-benar mencakup seluruh persiapan yang perlu kamu lakukan. Mulai dari melakukan riset terkait topik yang dibahas sehingga kamu nggak hilang arah saat berbincang dengan narasumber, pertanyaan-pertanyaan dari yang bersifat pengantar hingga spesifik terkait topik yang ingin dibahas, informasi tentang si narasumber itu sendiri, waktu dan tempat wawancara akan berlangsung nantinya, hingga bagaimana kamu akan menampilkan diri di harapan si narasumber.

Meskipun terdengar umum, hal-hal di atas nggak bisa kamu lakukan secara asal. Sebab, jika si narasumber merasa ada hal yang lalai dipersiapkan oleh kamu sebagai pewawancara, baik sebelum atau saat wawancara sedang berlangsung, ia bisa saja merasa kurang dihargai atau bisa juga jadi enggan diajak berwawancara lebih lanjut.

2. Ciptakan Kesan Pertama yang Baik

Pewawancara-Bangun-Kesan-Pertama

Wawancara yang ideal sebaiknya dilakukan dengan tatap muka. Nah, dalam kasus ini, jangan sampai kamu datang-datang langsung menghujani narasumber dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Yang perlu kamu lakukan di momen paling awal adalah menyapa mereka, sehingga mereka merasa disambut dan diterima dengan baik. Jika memungkinkan, tawarkanlah secangkir kopi atau minuman lainnya bagi si narasumber untuk mencairkan suasana. Jaga kontak mata antara pandanganmu dengannya sesering mungkin, supaya si narasumber nggak merasa diabaikan.

3. Jangan Terlalu Memburu selama Proses Wawancara

Pewawancara jangan terlalu cemburu Lakukanlah wawancara secara metodis. Mungkin hal ini bisa dikatakan sebagai kunci wawancara yang sukses. Pasalnya, jika kamu melakukan wawancara secara terburu-buru dan loncat-loncat dari satu pembahasan ke pembahasan lain dengan terlalu cepat, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk menggali informasi yang komprehensif dari narasumber. Kalau sudah terlanjur bergerak ke topik lain, akan sulit bagi kamu untuk kembali ke topik sebelumnya, karena wawancara yang nggak terstruktur bisa menyebabkan narasumber menjadi bingung dengan laju pembicaraan. Jika sudah begitu, mungkin informasi yang kamu dapatkan pun jadi mengambang dan ke mana-mana tanpa runut alur yang jelas.

Oleh karena itu, pastikan dari awal bahwa pertanyaan yang akan kamu sampaikan sudah tersusun dengan struktur yang rapi. Hal ini juga akan membuat jalannya wawancara lebih efektif. Nah, saat menyusun pertanyaan, kelompokkanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam topik yang saling berkaitan. Taruhlah juga pertanyaan transisional antar topik agar pembahasan bisa mengalir dengan halus. Selain itu, cobalah juga mengatur susunan pertanyaan dari yang paling umum hingga paling spesifik. Hal ini juga bisa membantu kamu agar laju wawancara nggak terlalu cepat berpindah. Kamu pun jadi bisa memiliki kesempatan untuk mengulik informasi lebih di luar pertanyaan yang sudah kamu siapkan dengan metode ini.

4. Fokus pada Pembicaraan yang sedang Berlangsung

Pewawancara Fokus

Dalam mengerjakan apapun, konsentrasi merupakan hal penting yang sangat diperlukan. Begitu pula ketika kamu akan melaksanakan wawancara. Saat kamu sedang melakukan wawancara dengan narasumber, pastikan kamu fokus sepanjang wawancara tersebut berlangsung. Distraksi seperti dering ponsel atau pikiran yang nggak ada kaitannya dengan pembahasan bisa membuat konsentrasimu buyar.

Jika sudah begitu, kamu bisa kelimpungan karena bingung pembicaraan sudah sampai mana. Jika pembahasan sang narasumber sudah melenceng, kamu bisa kesulitan untuk mengembalikan ke jalur yang sesuai karena kamu sudah terlanjur meleng. Konsekuensi lainnya adalah kamu juga bisa saja melewatkan informasi penting yang disampaikan narasumber. Yang paling parah adalah jika narasumber menyadari bahwa kamu nggak fokus dan merasa tersinggung karenanya. Akibatnya, wawancara pun jadi nggak nyaman untuk dilanjutkan.

5. Jawab Juga Pertanyaan yang Dilontarkan Kepadamu

Jawablah-Pertanyaan-yang-Diajukan-Pewawancara

Menjadi pewawancara nggak berarti pertanyaan hanya berasal dari kamu. Ada kalanya, narasumber pun juga turut mengajukan pertanyaan, entah itu untuk membangun relasi, atau untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana ekspektasi yang kamu miliki atas wawancara ini.

Nah, jika si narasumber sudah mengajukan pertanyaan, selama itu masih berhubungan dengan topik pembahasan atau supaya membuat suasana wawancara menjadi kondusif, jawablah pertanyaan tersebut dengan sepenuh hati. Jangan sampai kamu menjawab setengah hati atau malah mengabaikannya.

6. Tunjukkan Apresiasi setelah Wawancara Selesai

Ucapkan-Terima-Kasih-Pewawancara

Setelah mendapatkan informasi yang kamu butuhkan, jangan langsung melenggang pergi tanpa menyampaikan rasa terima kasihmu pada narasumber, ya. Begitu pula dengan jabat tangan untuk mengakhiri pembahasan. Dua gestur tersebut memang terkesan biasa dan sederhana, namun penting dan nggak bisa kamu anggap sepele.

Dengan menjabat tangan dan berterima kasih, narasumber akan merasa diapresiasi atas kerelaannya untuk meluangkan waktu dan informasi bagi kita. Coba bayangkan, kalau kamu diminta untuk menjadi narasumber, namun setelah selesai, pewawancaramu langsung meninggalkanmu begitu saja. Kamu pasti akan dongkol, kan? Begitu pula dengan narasumbermu. Jadi, pastikan kamu menunjukkan rasa terima kasihmu dengan sungguh-sungguh pada narasumbermu.

7. Cermati Hasil yang Kamu dapat

Evaluasi Pewawancara

Terkadang, saking asyiknya kamu berdiskusi dan membahas suatu topik dengan narasumber, kamu jadi lupa apakah semua topik yang perlu dibahas sudah ter-cover dengan baik. Atau mungkin, ada poin-poin yang sudah dibahas, tapi belum terkupas dengan tajam, atau belum sempat tercatat. Karenanya, kamu perlu untuk mengamati ulang hasil wawancara yang telah kamu dapatkan dari sang narasumber.

Dari situ, kamu bisa menelaah lagi bagian-bagian yang kurang atau perlu ditata ulang. Dengan begitu, data yang telah kamu dapat akan lebih mudah untuk kamu olah menjadi suatu tulisan yang padu. Jika setelah melakukan hal ini kamu memang merasa masih ada informasi yang kurang jelas, jangan segan-segan untuk kembali bertanya pada narasumber terkait untuk menghindari mispersepsi dan penyampaian informasi yang sesat. Dengan begitu, tulisan yang kamu hasilkan akan lebih meyakinkan.

Mengetahui 7 tips di atas, sekarang kamu sudah paham, dong, gimana caranya menjadi pewawancara yang baik? Nggak cuma supaya mendapatkan hasil wawancara yang lebih memuaskan, hubungan yang kamu bangun dengan narasumber pun juga akan terjalin dengan baik pula. Dengan begitu, selain kamu bisa menyuguhkan konten yang berkualitas bagi audiens, kamu pun bisa dengan lebih nyaman mengajak si narasumber untuk kembali bekerja sama di kemudian hari ketika kamu membutuhkannya.

Hal terpenting yang perlu kamu ingat dalam melakukan wawancara adalah menyiapkan materi yang akan diajukan serta memperlakukan sang narasumber dengan sebaik mungkin. Walaupun idealnya wawancara dilakukan dengan santai agar perbincangan bisa mengalir dengan lebih mudah, kamu tetap harus berlaku profesional ya. Fokus dan bersikaplah dengan sopan. Dengan begitu, narasumber pun pastinya nggak akan enggan untuk berbagi informasi denganmu!

Sumber: Collide Productions, May Busch, Prototypr, Chill Bro, The Balance, The Balance, JVS Toronto, BlueBuddies.

Related Posts

Site Menu