Menulis-artikel-wawancara

Menulis Artikel Wawancara Lebih Menarik Dengan 5 Tips Ini!

I’m a writer at Content Collision

Artikel ini bukan diperuntukkan untuk para jurnalis yang pasti sudah jago wawancara dan menulis artikelnya. Melainkan artikel ini diperuntukkan buat teman-teman penulis yang belum biasa menulis artikel wawancara.

Nggak semata-mata mencantumkan apa yang dikatakan narasumber, menulis artikel wawancara punya seninya tersendiri. Berikut hal-hal sederhana yang perlu kamu perhatikan untuk menulis artikel wawancara yang menarik!

1. Ingat dan simak kembali hasil wawancara

 

Menulis Artikel Wawancara 2

Sumber: Helen Kantilaftis

Bila kamu sudah mulai menulis, chances are, kamu sudah melakukan wawancara. Nah, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tidak hanya mengingat, namun juga benar-benar mengulas kembali apa yang kamu tanyakan.

Kalau berbasis ingatan saja untuk menulis, kemungkinan besar ada ingatan yang tercecer atau beresiko salah ingat. Lagipula, dengan melakukan pengulangan, kamu bisa menemukan ada poin menarik yang mungkin bisa dielaborasi. Kamu bisa langsung follow-up dengan narasumber.

2. Luangkan sejenak waktu untuk menjernihkan kembali pikiran kamu

Menulis Artikel Wawancara 3

Sumber: SplitShire

Sebaiknya kamu tidak langsung menuangkan hasil wawancara kamu dalam bentuk artikel segera setelah melakukan wawancara tersebut. Pasalnya, banyaknya informasi yang diterima bisa membuatmu bingung sehingga berpotensi membuat tulisan menjadi kabur.

Jika memang memungkinkan, luangkanlah beberapa waktu untuk menjernihkan pikiran. Pikirkan bagaimana cara terbaik untuk sortir ulang dan menyampaikan apa informasi yang kamu terima.

3. Rancang kerangka struktural untuk artikel kamu

Menulis Artikel Wawancara 4

Sumber: Startup Stock Photos

Selanjutnya, persempit informasi menjadi hal-hal yang memang ingin disampaikan secara spesifik dan tepat sasaran. Jangan sampai pembahasan kamu menjadi terlalu luas.

Untuk mempermudah tahap ini, kamu bisa melakukan pembagian hasil tinjauan wawancara kamu menjadi beberapa subheadings.

Setiapsubheadings berfungsi sebagai kerangka yang akan membantu kamu dalam pembabakan penulisan artikel wawancara. Dari setiap poin-poin, barulah kamu petakan ide utama setiap paragraf.

4. Sertakan quotes yang menarik dari narasumber

Menulis Artikel Wawancara 5

Sumber: Quinn Dombrowski

Pendapat/kalimat orisinil yang unik dari narasumber akan menjadi daya tarik tersendiri bagi artikel wawancara Anda jika kamu bisa menyertakannya dalam tulisan Anda. Namun, bedakan mana quotes yang menarik dan mana yang tidak.

Dalam hal ini, sesuaikan informasi yang narasumber sampaikan dengan relevansi faktual terkini. Quotes tersebut bisa disampaikan dalam bentuk kutipan langsung agar lebih eye-catching.

5. Sertakan informasi visual yang menarik

Menulis Artikel Wawancara 6

Sumber: Ernesto Olivares

Selain informasi yang menarik, yang membedakan artikel wawancara kamu dengan yang lainnya adalah informasi visual yang menarik.

Sertakan gambar utama yang bisa menarik perhatian pembaca. Bila memungkinkan, tambahkan juga video wawancara atau video lainnya yang relevan. Oh ya, bila ada infografis yang berisikan data-data penting, boleh loh disertakan!


Bagaimana guys? Apakah sudah lebih jelas sekarang? Apa saja yang sudah kamu lakukan dari langkah-langkah menulis artikel wawancara di atas? Kuncinya adalah konsisten dalam menulis dan jangan terlalu random dalam memasukkan informasi, agar terstruktur, lebih menarik, dan berkualitas.

Setelah selesai menulis, ada bagusnya kamu mengumpulkan hasil tulisanmu ke dalam satu tempat untuk dijadikan portofolio. Untuk ini, kamu bisa menggunakan situs C2Live.com! Caranya mudah, kamu tinggal melakukan pendaftaran ke situs tersebut dan kamu bisa mengunggah semua tulisan-tulisan kamu dalam bentuk yang rapi dan sederhana!

Related Posts

 
Site Menu