5 Tips Menulis Artikel Listicle untuk Blogger yang Wajib Kamu Coba

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Salah satu tantangan bagi penulis kreatif, blogger, ataupun content creator zaman sekarang adalah attention span pembaca yang semakin memendek. Pembaca mudah terdistraksi sehingga mereka cenderung menghindari artikel yang memakan waktu lama untuk dikonsumsi.

Untuk itu, artikel listicle bisa menjadi jawaban yang tepat. Karena, artikel listicle bisa membuat proses penyampaian informasi menjadi lebih ringkas, dan cara penyampaiannya pun lebih nyaman untuk dicerna dalam waktu singkat. Bukan hal yang mengherankan jika banyak media online yang menggunakan format ini dalam menulis artikel mereka.

Nah, jika kamu pun ingin lihai menulis listicle untuk blog atau media, C2live mempunyai beberapa tips yang layak untuk kamu terapkan. Mari simak bersama:

1. Ringkas namun Informatif

Salah satu kelebihan listicle adalah formatnya yang ringkas, sehingga memudahkan orang untuk membaca dan mencernanya dengan cepat. Maka dari itu, idealnya setiap list enggak dibuat terlalu panjang, apalagi sampai terasa bertele-tele. Dua hingga empat paragraf per list sudah termasuk cukup.

Namun, bukan berarti kamu lantas jadi terburu-buru dalam menuliskannya. Enggak boleh hanya asal ringkas, pastikan juga artikelmu tetap berbobot dan informatif. Terapkan prinsip 5W+1H saat menulis listicle untuk memastikan artikelmu memiliki kedalaman yang cukup.

Jika kamu merasa kesulitan meringkas sesuatu karena ingin menjelaskan secara detail, pecah penjelasanmu menjadi 2 list. Dengan begitu sstiap list bisa tetap ringkas, dan pembaca jadi lebih mudah memahaminya.

2. Pilih Gambar dengan Cermat

Gambar adalah elemen penting dalam listicle. Tanpa adanya pernak-pernik visual, artikelmu akan terasa boring dan monoton. Jadi, sisipkan gambar-gambar yang relevan untuk menghidupkan suasana.

Kamu bisa menyisipkan gambar bebas lisensi dari berbagai penyedia stock photo. Apabila kamu ingin artikelmu lebih ceria dan fun, jangan ragu juga untuk menggunakan meme atau GIF komedi. Artikel yang lucu sangat berpotensi membekas di ingatan pembacamu.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Blog Gratis

3. Gunakan Angka Ganjil

Banyak riset yang mengungkapkan bahwa pembaca cenderung lebih tertarik dengan listicle yang berjumlah ganjil dibanding genap. Prinsip ini banyak digunakan oleh berbagai ahli marketing dan content writer di dunia.

Menurut hasil riset, pembaca lebih percaya dengan angka ganjil karena mereka merasa angka genap terlalu kaku dan kurang meyakinkan. Mereka merasa angka yang genap artinya artikel tersebut digenap-genapkan agar terlihat lebih rapi. Sementara angka ganjil dianggap lebih kredibel dan autentik.

4. Pilih Judul dan Subheading yang Menggelitik

Sudah bukan rahasia lagi bahwa judul memiliki peran yang sangat penting dalam menarik perhatian pembaca, termasuk juga saat menulis artikel listicle. Untuk itu, pastikan kamu memilih judul dengan tepat. Judul yang baik adalah judul yang memberikan gambaran manfaat apa yang bisa ditemukan pembaca di artikel tersebut.

Dalam hal listicle, disarankan untuk menunjukan jumlah list yang ada pada judul. Hal ini ditujukan agar pembaca tahu panjang informasi yang mereka cerna, dan mereka bisa memperkirakan alokasi waktu baca mereka.

Hal yang sama juga berlaku di subheading. Subheading adalah judul dari setiap list-mu. Usahakan subheading artikelmu mampu memantik rasa ingin tahu pembaca, sekaligus memberi sedikit teaser tentang informasi apa yang akan mereka baca.

5. Buka dan Tutup Artikel dengan Apik

Banyak penulis yang terlalu fokus pada bagian list saja, sehingga mengabaikan peran penting bagian pembuka dan penutup. Padahal, tanpa adanya pembuka dan penutup yang a[ik, artikel listicle-mu akan terasa hambar.

Pembuka artikel enggak perlu panjang, satu hingga dua paragraf sudah cukup. Berikan pengenalan tentang apa yang kamu akan ulas dan kenapa kamu mengulas hal itu. Ini penting agar pembaca menyadari alasan kenapa harus membaca artikel ini dan ikut merasa ingin tahu.

Sementara artikel penutup memiliki peran penting karena bertugas menyimpulkan keseluruhan artikel. Banyak orang yang menulis bagian penutup dengan buru-bu dan asal jadi. Ini tentu saja merupakan blunder yang fatal, karena pembaca jadi merasa antiklimaks saat menyelesaikan artikel.


Menulis listicle sebenarnya jauh lebih mudah daripada menulis artikel narasi yang penuh paragraf-paragraf panjang. Dengan listicle, bahasanmu bisa lebih terfokus sehingga kamu enggak terbawa untuk bercerita kemana-mana. Selain itu alur berceritamu akan jadi lebih rapi dan terstruktur.

Sementara bagi pembaca, artikel listicle juga lebih mudah untuk dibaca dan dicerna. Apalagi kini pembaca cenderung memiki attention span yang pendek, sehingga mereka akan mudah bosan jika dihadapkan dengan artikel yang panjang. Itulah sebabnya menulis listicle adalah salah satu teknik kepenulisan yang perlu terus kamu asah.

Sumber gambar: Your Story, Art of Ballarat, The Movie Buff, Esmeralda, Eureka Community.

Related Posts

 
Site Menu