Mau Jadi Langganan Juara Lomba Blog? Yuk Terapkan 7 Tips Sederhana Ini!

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Sebagai blogger, rasanya belum lengkap pengalaman ngeblogmu jika belum pernah berpartisipasi dalam suatu lomba blog. Apalagi, kini sudah semakin ada banyak hadiah-hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan sebagai pemenang lomba blog. Karena itu, akan sangat sayang jika kamu enggak aktif mengikuti lomba-lomba blog yang ada.

Enggak hanya hadiah berupa materi, sering menjuarai lomba blog juga membuat kredibilitasmu semakin kokoh sebagai blogger. Baik brand maupun pembaca, pasti akan jadi semakin percaya dengan apa yang kamu tulis.

Ingin tahu rasanya jadi pemenang lomba blog? Yuk terapkan 7 tips ini agar kamu bisa melahirkan artikel lomba yang lebih potensial untuk jadi juara:

1. Jangan Lakukan Hard-Selling yang Berlebihan

Banyak blogger yang karena terlalu ingin memenangkan suatu lomba blog, ia lantas tanpa sadar menuliskan artikel lomba seperti seorang sales dari perusahaan tersebut. Ia menjelaskan semua kelebihan yang ia tahu dari brand tersebut, sehingga artikel yang ia tulis mirip seperti sebuah iklan di media cetak.

Hal seperti itulah yang perlu kamu hindari. Tetaplah fokus pada tema yang disyaratkan, lalu temukan angle menarik yang kamu rasa bermanfaat untuk pembacamu. Dalam penulisan, gunakan gaya persuasif agar pembacamu pun ikut tertarik mencoba produk dari brand penyelenggara.

Lomba blog memang salah satu strategi brand dalam melangsungkan promosi. Namun, bukan berarti kamu lantas menulis artikel promosi secara mentah-mentah. Tetap bertahan pada peranmu sebagai blogger, yaitu memberikan artikel bermanfaat untuk pembaca. Jangan sampai kamu malah menulis artikel yang hard-selling, karena pembaca bisa menyadari itu dan menganggap opinimu murni jualan saja.

2. Perhatikan Syarat dan Ketentuan

Setiap lomba tentu memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Nah, pastikan kamu sudah membaca hal itu secara rinci. Ini ditujukan agar artikelmu sesuai dengan apa yang diminta oleh penyelenggara.

Perhatikan keyword apa yang mereka minta. Backlink yang diwajibkan oleh penyelenggara juga harus ada pada artikelmu. Selain itu, ada banyak lomba juga yang mensyaratkan minimal panjang artikel, sehingga kamu harus cermat dalam menuliskan artikel lombamu.

Tidak hanya itu, lomba juga kerap memintamu untuk membagikan artikel lombamu di media sosial, sembari menambahkan tagar atau keyword tertentu. Jika menjadi salah satu syarat lomba, jangan sampai kamu lalai melakukannya. Sayan, kan, kalau kamu sudah bikin artikel keren, namun enggak dianggap karena lupa share di sosmed?

Baca juga: Konten Panjang vs Konten Pendek, Mana yang Lebih Unggul?

3. Lakukan Riset dan Wawancara

Salah satu ciri artikel yang bagus adalah memiliki kelengkapan data yang akurat. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan riset kecil-kecilan, atau wawancara dengan narasumber yang relevan dengan tema lomba. Dengan begitu, kamu akan memiliki data-data pendukung untuk memperkuat kedalaman informasimu.

Apabila kamu sudah melakukan riset dan wawancara, jangan lupa juga untuk melakukan cek ulang pada data yang kamu dapat. Enggak mau, kan, kamu justru dituduh menyebarkan hoax karena data yang kamu gunakan salah?

4. Gunakan Gaya Bahasa yang Layak

Banyak blogger yang bingung harus menggunakan gaya bahasa seperti apa saat menulis, terutama saat menulis lomba blog. Sebenarnya, enggak ada gaya bahasa tertentu yang wajib kamu gunakan. Menulislah seperti caramu biasanya. Enggak harus berbahasa baku, kamu bisa menggunakan gaya bahasa sehari-hari jika kamu nyaman menuliskannya.

Hanya saja, pastikan gaya bahasamu mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu alay, karena bisa membuat pembaca dan pihak brand tidak nyaman. Selain itu, pastikan tulisanmu bebas typo. Hal-hal minor seperti ini bisa sangat berpengaruh dalam penilaian lomba blog. Jadi, sebaiknya kamu hati-hati.

5. Dukung dengan Elemen Visual

Kamu harus sadar bahwa lomba blog merupakan sebuah persaingan. Artinya, di luar sana ada banyak blogger lain yang berusaha memenangkan lomba yang sama denganmu. Nah, sebagian dari mereka enggak hanya mengandalkan tulisan mereka, namun juga elemen visual dan estetika blog.

Elemen visual seperti foto bisa membuat artikelmu lebih hidup dan memiliki sisi emosional. Sementara dukungan visual seperti infografis akan memudahkanmu memaparkan data yang lengkap dan rinci. Kehadiran elemen-elemen seperti itu, tentu akan menjadi value positif dalam penilaian.

Salah satu blogger yang sering menjadi juara lomba dan dikenal atas estetika dan visual blognya adalah Langit Amaravati. Kamu bisa belajar dari dia tentang bagaimana cara memanfaatkan elemen visual dalam menulis artikel lomba.

Baca juga: Memahami Pentingnya Estetika dan Tampilan Visual bagi Blogmu bersama Langit Amaravati

6. Berinteraksi di Kolom Komentar

Artikel yang keren tentu membuat pembaca ingin terlibat, dan ikut memberikan opini di kolom komentar. Atas dasar inilah, jumlah interaksi atau engagement sering jadi tolak ukur penilaian artikel lomba.

Untuk itu, selalu kondisikan agar pembacamu ikut berkomentar di artikel tersebut. Berikan call to action di akhir artikel yang meminta pembaca menuliskan opini mereka. Jangan lupa juga untuk sebisa mungkin selalu membalas komentgar-komentar mereka, sehingga mereka enggak merasa terabaikan dan dekat denganmu.

Hal ini enggak hanya bermanfaat dalam hal penilaian lomba saja, namun juga untuk readership blogmu dalam jangka panjang.

7. Hindari Menulis dengan Tenggang Waktu yang Mepet Deadline

Setiap lomba pasti memiliki deadline. Nah, acap kali blogger menunggu hingga hari-hari terakhir menjelang deadline untuk menulis dan mengirimkan tulisannya. Meskipun memang enggak melanggar aturan yang ditetapkan, namun cara seperti ini enggak disarankan.

Menulis menjelang deadline akan membuatmu menulis dengan terburu-buru. Alhasil, kamu enggak akan punya waktu untuk riset apalagi wawancara narasumber. Selain itu, kamu juga enggak punya banyak waktu untuk menambahkan elemen visual yang mumpuni. Hal-hal seperti ini tentu bisa terhindari apabila kamu sudah mulai menulis dari jauh hari.

Lebih jauh lagi, memiliki draft jauh sebelum deadline juga memungkinkanmu untuk melakukan self-editing, sehingga tulisanmu bisa lebih rapi. Kamu bisa dengan tenang memeriksa ulang struktur penulisanmu seraya membersihkan typo yang mungkin terselip.

Proses self-editing ini sebenarnya sangat sederhana, namun memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas akhir artikelmu. Jadi, pastikan kamu punya cukup waktu untuk melakukannya, ya.


Lomba blog kerap menjanjikan berbagai hadiah menarik, mulai dari smartphone, uang tunai, hingga laptop. Dengan imbalan yang oke seperti itu, wajar jika kamu perlu mengeluarkan usaha dan waktu yang lebih dalam proses menyiapkan artikel lomba.

Di atas adalah beberapa tips yang bisa membantumu menjadi pemenang lomba blog. Dengan menerapkannya, kamu jadi memiliki standar kualitas yang lebih baik, sehingga blogmu memiliki daya saing yang mumpuni. Jika kamu terbiasa menerapkannya dan terus belajar dari blogger-blogger lain, suatu hari nanti namamu akan dikenal sebagai langganan juara lomba blog. Semangat!

Sumber gambar: ISA, Canary Claims, Springboard, Fastweb, Tribun Kaltim, Lifehacker, MinDorks.

Related Posts

 
Site Menu