Distribusi Konten

Trik Distribusi Konten Jitu agar Brand-mu Lebih Disorot

Di era digital ini, bisa sangat dirasakan bahwa sudah banyak brand mengandalkan content marketing untuk membangun citra bisnisnya. Sehubungan dengan hal itu, setiap proses yang dilalui untuk membangun brand awareness di mata pasar pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran. Namun, semua upaya yang kamu lakukan untuk membangun citra brand tersebut sebenarnya sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaranmu, termasuk pengambilan keputusan terkait distribusi konten.

Mungkin beberapa dari kamu bertanya-tanya soal apa hubungan distribusi konten dengan keberhasilan pembangunan citra brand. Menurut Jodi Harris, seorang ahli distribusi dan promosi konten, jawabannya adalah karena pilihan kanal distribusi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program content marketing yang bisnismu anut. Sebab, kanal-kanal tersebutlah yang akan menghubungkan bisnismu dengan audiens. Lewat kanal-kanal itu pulalah segala macam insight, tindakan strategis, dan eksekusi kreatif bisnis yang akan kamu sampaikan kepada audiens akan teruji keberhasilannya.

Nah, untuk membantu supaya strategi content marketing-mu bisa menarik perhatian pasar dalam jumlah yang lebih banyak, yuk coba cermati dulu tiga trik dari Jodi Harris berikut iniuntuk meng-improve distribusi kontenmu!

Evaluasi Opsi Distribusimu

Distribusi Konten

Banyak brand berasumsi bahwa mereka perlu mem-posting konten-konten yang mereka miliki ke melalui semua kanal distribusi yang ada sehingga konten-konten tersebut akan tampil di manapun dan bisa dilihat oleh siapapun. Sebenarnya, nggak ada yang salah dengan upaya untuk menyebarkan sebanyak mungkin konten untuk kamu pasarkan supaya bisa mendapat eksposur yang lebih luas. Tapi, coba dicermati lagi, apakah proses seperti ini merupakan pilihan yang efisien?

Dengan menyebarkan konten melalui seluruh kanal yang ada, apakah tiap kanal tersebut akan menyampaikan kontenmu pada audiens yang tepat? Akankan hasil yang didatangkan dari tiap kanal memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pembangunan citra brand-mu? Nah, hal-hal seperti inilah yang perlu kamu pertimbangkan jika kamu berasumsi bahwa menyalurkan konten kepada pasar melalui setiap kanal yang ada.

Jika dengan mengorbankan sumber daya yang sama kamu tidak mendapatkan hasil yang signifikan dari kanal-kanal tertentu, ada baiknya kamu mengalokasikan sumber daya tersebut untuk mengoptimasi kepentingan lain yang dapat meningkatkan efisiensi business process.

Untuk membantu kamu memangkas kanal yang tidak diperlukan, kamu bisa mengeksplorasi dulu opsi-opsi media platform yang kamu punya. Dari situ, kamu bisa sortir kanal mana saja yang menguntungkan untuk distribusi kontenmu dan mana yang tidak. Setelah itu, tentukanlah kanal utama untuk kamu andalkan. Pilihlah kanal yang membawa hasil paling menguntungkan bagimu. Jadi, tiap ada kepentingan promosi konten, kamu bisa fokus untuk memprioritaskan promosi melaui kanal ini dan meraih gain lebih dalam waktu sesegera mungkin.

Selain itu, bijak-bijaklah juga dalam memanfaatkan mengambil keputusan bagi tiap jenis media promosi yang ada. Misalnya, bahasa promosi yang efektif untuk media pribadi pasti akan berbeda dengan konten yang tepat untuk media sosial. Belum lagi jika kamu juga memanfaatkan media berbayar, tentu akan ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan, seperti kuota, budget, dan sebagainya.

Jika kamu sudah bisa memetakan kanal-kanal distribusi kontenmu, mengeksekusi strategi pemasaran konten pun akan menjadi lebih mudah.

Dokumentasikan Perencanaan dan Aktivitas Distribusi

Distribusi Konten

Setelah memetakan kanal-kanal distribusi konten pilihanmu, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mendokumentasikan channel plan yang kamu miliki. Buatlah daftar berisikan setiap kanal distribusi yang telah kamu pilih serta apa saja yang perlu dilakukan di tiap kanal tersebut. Mengkostumisasi langkah promosi berdasarkan karakteristik masing-masing kanal sangatlah penting untuk mendatangkan keuntungan lebih bagimu. Sebab, tiap kanal pasti memiliki pool audiens dengan karakteristik dan ketertarikan yang berbeda pula. Jika kamu berhasil memberikan “umpan” favorit untuk masing-masing “kolam”, maka “ikan” yang bisa kamu jaring juga akan lebih banyak.

Pendokumentasian ini penting untuk dilakukan supaya setiap anggota tim yang terlibat tahu apa yang ingin diraih dari dari strategi distribusi brand secara utuh, hingga hal apa saja perlu dilakukan melalui setiap kanal untuk meraih goals tadi. Dengan demikian, tiap anggota tim dapat bekerja secara sinergis untuk meraih tujuan kolektif dengan efektif.

Sehubungan dengan dokumentasi ini, jangan lupa untuk mencatat juga tiap tindakan/langkah yang sudah kamu tempuh untuk tiap kanal pilihanmu. Ini juga penting dilakukan untuk memudahkanmu dalam memantau apakah tiap tindakan yang diambil untuk masing-masing kanal tetap on-track sesuai dengan kepentingan brand. Pencatatan ini juga akan memudahkan tim untuk mencari referensi pertimbangan pengambilan keputusan lebih lanjut terhadap kanal terkait untuk pengembangan strategi distribusi konten ke depannya.

Kuatkan Promosi Kontenmu

Distribusi Konten

Mungkin kamu juga sudah menyadari, bahwa sekadar mem-posting konten di berbagai media tidaklah cukup untuk mendulang hasil yang optimal bagi pembangunan brand-mu. Kamu masih perlu melalukan berbagai tindakan marketing lainnya untuk meng-amplify efek pemasaran dari konten yang kamu sebarkan supaya bisa lebih discoverable bagi para audiens atau bahkan meninggalkan kesan tertentu bagi mereka. Dengan langkah-langkah marketing itulah kamu menanamkan pengaruh brand-mu bagi para target pasar yang ada di luar sana.

Salah satu trik marketing yang bisa kamu lakukan untuk memperkuat efek promosi melalui kanal distribusi konten yang kamu miliki adalah dengan mengoptimasi kontenmu agar lebih mudah diakses secara organik. Jika konten yang kamu pasarkan bisa dengan mudah ditemukan melalui organic search, otomatis akan semakin tinggi pula jumlah pembaca yang mungkin terpapar dengan konten tersebut. Karenanya, penting bagi kamu untuk membuat konten-konten yang akan kamu pasarkan menjadi SEO-friendly.

Nah, jika kamu sudah menemukan konten-konten mana saja yang memberi performa terbaik bagi strategi pemasaranmu, kamu juga bisa lho memperkuat efek promosi yang sudah ada mengulik ulang aset-aset tersebut menjadi suatu konten baru yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sederhananya, trik ini bisa diibaratkan sebagai mendaur ulang high-performance content yang kamu miliki.

Mendaur ulang konten bisa kamu lakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan topik yang sama, kamu bisa mengemas ulang pembahasan konten terkait dengan sudut pandang yang berbeda. Atau, kamu juga bisa membahas aspek lain dari topik yang sama sehingga ada manfaat lain yang bisa dipetik dari konten tersebut. Kamu bahkan juga bisa membangun relasi dengan media lain untuk sindikasi, sehingga mereka bisa me-republish konten-konten pemasaranmu untuk dibaca oleh pool audiens yang baru.

Dengan cara-cara seperti ini, kamu bisa terus mendapatkan gain promosi secara berkelanjutan tanpa mengeluarkan effort lebih seperti ketika kamu sedang merumuskan ide baru untuk konten promosimu. Di sisi lain, kamu pun akan tetap mendapat sorotan publik melalui kanal distribusi konten yang kamu miliki. Menarik, bukan?


Dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan brand untuk menjaring kostumer-kostumer baru, tidak ada alasan lagi bagimu untuk menyia-nyiakan aset berhargamu sampai-sampai mereka tidak mendapatkan sorotan yang layak dari publik. Jika kamu bisa menemukan kanal distribusi konten yang tepat dan mendistribusikan konten promosi berkualitasmu dengan cara yang tepat pula, niscaya semua mata akan tertuju pada brand-mu dalam waktu yang relatif lebih cepat. Belum lagi jika banyak audiens yang menyukai konten promosimu dan membagikannya melalui media pilihan mereka masing-masing. Pastinya, cakupan promosimu akan lebih luas!

Karenanya, pastikan kanal distribusi kontenmu punya audiens yang tepat tujuan promosimu, yakni mereka-mereka yang memang memiliki ketertarikan khusus pada bidang bisnis yang kamu jalankan atau bahkan pada brand-mu secara spesifik.

Sumber: Hane, pinteybowes, alamia, vistinomer.mk.

Suka ikut lomba blog? Yuk, ikutan kompetisi bertema “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja” yang diselenggarakan oleh C2live sekarang juga!

Related Posts

Site Menu