Konten Kuliner

5 Trik Jitu untuk Memasarkan Brand Kulinermu melalui Konten

Mengembangkan strategi content marketing dalam bisnis kuliner sebenarnya bisa dibilang mirip dengan menciptakan menu-menu yang menarik untuk ditawarkan pada konsumen. Namun, supaya bisnis kulinermu tetap bisa berjalan, tentu semuanya nggak akan berhenti sampai pembuatan menu saja, tapi bagaimana kamu juga pada akhirnya bisa menghidangkan sajian lezat bagi konsumen sehingga mereka akan bersedia untuk datang kembali.

Nah, hal serupa tentunya juga perlu kamu lakukan dalam memasarkan kontenmu. Tidak hanya sampai strategi, tapi hingga bagaimana kamu bisa menyuguhkan konten yang akan membuat pembaca kembali lagi ke situsmu untuk membaca artikel-artikel lainnya. Bahkan, mereka bisa membagikan positive impression akan konten yang kamu suguhkan kepada teman-temannya supaya bisa turut membaca artikel menarik yang kamu sajikan.

Sayangnya, jika kita lihat kembali, blog dengan niche kuliner nggak seramai blog travel, lifestyle ataupun fashion. Padahal, banyak brand makanan yang sebenarnya sudah berhasil memproduksi konten-konten yang kreatif, tapi tetap saja belum berhasil mengundang keramaian. Hal ini mungkin disebabkan karena permasalahan content hub yang kurang mumpuni. Kadang, hal tersebut disebabkan pula oleh tidak konsistennya promosi konten di media sosial atau kanal distribusi lainnya juga.

Namun demikian, konsumen tetap mengharapkan hadirnya konten-konten kuliner, kok. Hal ini bisa dilihat dari tetap ramainya media-media kuliner seperti BuzzFeed’s Tasty, Qraved, Food Insider, Foody Indonesia, dan berbagai media kuliner lainnya yang kontennya terus dinanti.

Lalu, bagaimana caranya supaya konten-konten kuliner yang kamu sajikan bisa teresonansi hingga ke seluk-beluk kalangan yang memiliki banyak peminat dan menjadikan kontenmu menu hidangan yang paling dicari oleh pelanggan? Coba intip cara-cara berikut:

Kenali si Pemilik Perut

Salah satu siasat yang bisa kamu coba untuk meramaikan konten kulinermu adalah dengan mengenali dengan baik siapa pangsa pasar terbesarmu. Secara umum, konsumen media digital terbesar adalah kalangan milenial. Berbanding lurus dengan hal tersebut, kaum ini jugalah yang menjadi konsumen terbesar dari konten kuliner.

Kalau kamu sudah mengetahui siapa target pasarmu, berikutnya, kamu perlu mencari tahu apa yang mereka minati sehubungan dengan konten kuliner. Namanya juga anak muda, merkea pasti selalu update dengan tren-tren terbaru yang kekinian. Karena itulah, kamu perlu mencermati tren kuliner dan restoran yang ada supaya bisa menyajikan informasi kuliner yang akan menggelitik keingin tahuan mereka.

Sehubungan dengan hal itu, jika kita perhatikan dengan saksama, postingan-postingan seputar kuliner yang di-engage oleh kaum muda biasanya nggak jauh-jauh dari topik makanan sehat, resep makanan, dan meal delivery services. Jadi, silahkan coba untuk menggencarkan konten seputar topik-topik tersebut, ya.

Cobalah Ulik Sisi Lain dari Sajian Kulinermu

Dengan semakin canggihnya teknologi di era digital ini, semakin banyak pula konsumen cerdas yang kian cermat dalam memilah asupan mereka. Dengan kata lain, mereka ingin mengetahui cerita yang ada di balik makanan yang mereka konsumsi, seperti bahan dasar yang digunakan, bagaimana makanan tersebut diproses, dan siapa saja yang dilibatkan. Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa kamu kemas menjadi konten menarik yang bisa menggugah rasa penasaran mereka untuk mencoba berbagai produk makanan yang kamu pasarkan lewat kontenmu.

Dengan mengulas berbagai sudut dari sebuah food product, akan ada beragam reaksi pula yang bisa kamu tuai dari si pembaca. Karenanya, tetaplah kemas ceritamu dengan kesan positif namun tetap berdasarkan fakta. Misalnya, jika kamu mengulas soal proses dibuatnya sebuah makanan dari kultivasi bahan mentah hingga sampai ke tangan konsumen, pembaca bisa saja merasa terkesan dengan informasi baru yang ia dapatkan. Atau jika kamu mengulas mengenai latar belakang sejarah atau budaya dari suatu makanan, maka bisa saja terbangun sentimen tertentu dari pembaca dari asal daerah yang sama yang membuatnya ingin menkonsumsi makanan terkait.

Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya punya potensi untuk dikembangkan menjadi konten yang lebih menarik, jadi nggak melulu harus ngomongin si makanan utamanya hingga membuat pembaca/konsumen bosan.

Perkuat Kanal Distribusi yang Kamu Miliki

Dalam memasarkan konten kuliner, penting bagimu untuk memperhatikan kanal distribusi yang kamu gunakan. Apakah kamu mendisitribusikan konten melalui kanal-kanal yang efektif? Apakah kamu sudah memprioritaskan kanal-kanal yang paling signifikan? Apakah kamu sudah menyesuaikan caption-mu dengan karakter pembaca untuk tiap kanal?

Nah, jika belum, cobalah untuk segera melakukannya. Sebab, strategi-strategi di atas sebenarnya sangat ampuh untuk empowering kanal-kanal distribusi konten yang kamu punya. Nah, jika kamu bisa menerapkan trik-trik tersebut, niscaya kanal-kanal distribusimu akan lebih kuat, sehingga bisa menjangkau lebih banyak pembaca lagi untuk menikmati kontenmu.

Tunjukkan Value dari Brand-mu

Mengapa hal ini perlu dilakukan sebagai strategi dari pemasaran brand melalui konten yang kamu sajikan? Jawabannya adalah karena brand value merupakan salah satu elemen utama yang kamu ‘jual’ kepada para konsumen. Melalui pencitraan yang baik berdasarkan value yang kalian miliki, kredibilitas dan interest konsumen akan terbangun. Jika nilai yang kamu junjung ternyata diamini juga oleh si konsumen, maka hal tersebut bisa jadi alasan bagi mereka untuk menjadi konsumen setiamu.

Karenanya, bisa dikatakan bahwa dengan menyuarakan value-mu secara tepat, customer loyalty akan terbangun dengan lebih mudah. Oleh sebab itu, kamu perlu juga untuk membuat konten-konten yang menjelaskan causes berdasarkan nilai brand yang kamu miliki. Siapa tahu di luar sana ada target pasar yang memiliki concern serupa dan jadi tertarik dengan brand-mu!

Bangun Komunitas, Berdayakan UGC

Jangan remehkan kekuatan komunitas. Mereka memiliki power yang luar biasa untuk menggerakkan anggotanya. Sebab, komunitas berisi orang-orang yang memiliki interest relatif seragam. Dengan demikian, mereka akan memiliki antusiasme yang tinggi untuk aktif membahas dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan niche komunitas terkait. Sekalinya kamu mem-posting sesuatu, akan ada saja komentar yang muncul untuk meramaikan konten kulinermu.

Nah, karena sekarang sudah era digital, cobalah juga untuk membangun komunitas secara digital berlandaskan brand-mu dan kembangkanlah user-generated content (UGC) untuk mendongkrak pemasaranmu.

Bagaimana cara memulainya? Cobalah untuk membakar semangat para anggotamu supaya mereka bisa memproduksi konten secara rutin dan konstan. Ajaklah para user-mu untuk berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan produkmu menjadi sebuah tulisan untuk dibagikan di mediamu. Kemudian, sebarkanlah tulisan mereka melalui kanal-kanal distribusi yang kamu miliki. Bahkan, kamu bisa mengembangkan trik-trik promosi lain seperti penggunaan hashtag dan berikan reward pada user yang telah berkontribusi. Cenderung mudah, bukan?


Strategi pemasaran konten untuk brand kuliner akan bisa memberikan performa terbaik ketika mereka bisa menonjolkan value mereka dan mengetahui selera konsumen. Karenanya, kamu perlu membuka telinga untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan dari siapapun yang menjadi konsumenmu. Terkadang informasi ini nggak cuma bisa kamu dapat langsung dari si konsumen sendiri, lho. Tapi juga dari pihak lain, bahkan dari kompetitor sekalipun.

Namun yang nggak kalah penting adalah kamu perlu untuk selalu mencoba merangkul teknologi. Sebab, biar bagaimanapun juga, konten kuliner digital sendiri sudah memanfaatkan sebuah produk teknologi agar bisa diterbitkan. Pemasarannya pun juga mengutilisasi teknologi. Bahkan, konsumenmu pun juga sudah pada melek teknologi. Jadi, selain menggunakan strategi-strategi di atas, cobalah untukupdate dan beradaptasi dengan teknologi-teknologi terbaru yang berhubungan dengan niche kuliner supaya pengembangan media kulinermu terus berjalan dan nggak dianggap basi, ya.

Sumber: Pinterest, AnConsult, BangMall, Organic Facts, ATEN International, News Town.

Related Posts

Site Menu