Yokhanan Prasetyono

Yokhanan Prasetyono, Menulis untuk Membangun Budaya Bangsa yang Gemar Membaca

Menciptakan konten menginspirasi dengan tone yang menyentuh bukanlah hal mudah. Katanya, hal-hal seperti ini akan lebih mudah dilakukan oleh kaum perempuan dengan atribut kelemah-lembutannya. Tapi, nggak menutup kemungkinan, lho, bagi seorang pria untuk menyampaikan pesan bermakna dengan sentuhan puitis yang membuat mata dan hati kita terbuka.

Hal itulah yang disuguhkan oleh Yokhanan Prasetyono, seorang blogger yang kemarin berhasil memenangkan lomba blog bertema perempuan juara oleh C2live dalam rangka memperingati Hari Kartini, 21 April 2018 lalu.

Nah, sehubungan dengan hal tersebut, artikel C2live kali ini akan mengulas mengenai profilnya, nih. Seperti apa kisah awal mula Yokhanan terjun dalam dunia tulis-menulis? Apa yang mendorongnya untuk tetap menulis hingga sekarang? Pesan apa yang ia punya untuk kalian kawan-kawan sesama penulis? Simak di bawah ini!

Profil Singkat Yokhanan Prasetyono

Yokhanan Prasetyono

Bernama lengkap Yokhanan Prasetyono, sosok pria peraih Juara II lomba blog “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja” yang diselenggarakan oleh C2live adalah seorang konsultan dan praktisi IT yang sudah nggak perlu diragukan lagi keahliannya. Bagaimana nggak? Ia sudah berkecimpung dan mempraktikkan keterampilannya setidaknya sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Selain bergelut di bidang IT, Yokhanan juga kerap menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan lain, seperti blogging, travelling, fotografi, serta menjadi freelance contributor untuk Inflight Magazine. Wah, produktif sekali, ya? Nggak heran, sih. Soalnya, Yokhanan sendiri memiliki tujuan hidup untuk menjadi sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dari sederet kegiatan yang ia tekuni, terlihat jelas kan kalau ia benar-benar berjuang untuk meraih tujuan hidupnya? Keren!

Terjun ke Dunia Penulisan Melalui Sajak dan Puisi

Yokhanan Prasetyono

Yokhanan mulai menekuni dunia penulisan sejak duduk di bangku SMP. Di usia yang masih tergolong muda tersebut, Yokhanan kerap menulis sajak dan puisi di majalah dinding sekolahnya. Ketika sudah duduk di bangku SMA, ia mulai mengembangkan keterampilan menulisnya dengan menjelajah ke lingkup yang lebih luas dengan mengirimkan tulisan-tulisannya ke majalah remaja. Nggak terasa, menulis terus dilakoninya hingga menjadi kebiasaan yang tetap ia lakukan hingga saat ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, kepada tim C2live Yokhanan mengaku bahwa dirinya suka dengan dunia tulis-menulis karena menurutnya menulis dapat membantu melatih otak untuk meningkatkan daya ingat, sehingga nggak mudah melupakan sesuatu. Menulis juga diyakininya sebagai salah satu sarana untuk memperluas wawasan yang dimiliki. Selain itu, dengan menulis, ia juga bisa mengekspresikan diri sekaligus menginspirasi orang lain. Karenanya, nggak heran kalau Yokhanan selalu meng-update tulisan di blognya dan berkontribusi sebagai penulis lepas untuk majalah penerbangan dari waktu ke waktu.

Sosok Perempuan Tangguh yang Ada di Balik Karya Juaranya

Yokhanan Prasetyono

Wajar saja kalau tema “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja” yang diangkat dalam lomba blog kali mengundang banyak minat kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dan membagikan cerita-cerita perjuangan mereka. Sebab, jelas kaum perempuan memiliki interest yang kuat dalam menyuarakan hasrat dan kemampuan mereka untuk bisa sukses di bidang pekerjaan yang mereka jalani, layaknya rekan-rekan kerja pria mereka di lingkungan kerja masing-masing.

Namun, Yokhanan yang merupakan seorang pria memutuskan untuk turut serta menyuarakan kepeduliannya terhadap emansipasi wanita dengan mengangkat kisah mengenai perjuangan seorang ibu pemetik daun teh. Nggak cuma sekadar menceritakan perjuangan seorang buruh perempuan di perkebunan teh dengan cara yang menyentuh, Yokhanan juga berhasil membangun kontekstualisasi keadaan sosial yang ada terkait isu gender; membandingkan apa yang dihadapi oleh buruh pria dan juga wanita. Hal-hal seperti inilah yang membuat tim juri dari C2live mengapresiasi karyanya.

Ternyata, apresiasi Yokhanan terhadap kaum wanita nggak lepas dari sosok perempuan juara yang ada dalam hidupnya, yaitu sang ibunda. Menurut Yokhanan, ibunya merupakan pribadi yang tangguh, terutama karena beliau mampu menjalankan peran untuk mengurus anak-anak sekaligus pekerjaan yang dimilikinya. Dari sosok yang menginspirasi inilah, Yokhanan memutuskan untuk menuangkan materi dengan nada serupa ke dalam sebuah artikel yang akhirnya berhasil menjadi juara.

Soal ini, Yhokanan juga menyampaikan bahwa dirinya sangat senang ketika mengetahui bahwa ia berhasil menjadi salah satu pemenang dengan mengikutsertakan karyanya dalam lomba. Selain senang, ia juga merasa terkejut, karena ia yakin bahwa jumlah partisipan yang banyak akan menjadikan kompetisi ini cukup ketat. Namun di samping itu semua, Yokhanan juga mengapresiasi C2live yang telah memberikan kesempatan bagi para blogger/penulis untuk mengasah daya kreativitas mereka melalui lomba ini. Wah, C2live jadi ikutan senang, kan. Terima kasih, Yokhanan!

Terus Berupaya untuk Ciptakan Tulisan Inspiratif dan Membangun

Yokhanan Prasetyono

Yokhanan memang memiliki sumber inspirasi tersendiri yang membuatnya bisa terus menulis hal-hal bermakna dari waktu ke waktu. Namun, ia juga masih ingin berbagi tips dan pesan untuk para penulis lainnya di luar sana. Sama dengan apa yang ia terapkan pada dirinya sendiri, Yokhanan berharap agar kamu-kamu sekalian senantiasa berupaya agar bisa lebih kreatif serta ekspresif lagi ketika menuangkan ide dan inspirasi karya ke dalam bentuk tulisan. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang membangun untuk menciptakan generasi gemar membaca yang bermutu.

Tulisan yang penuh inspirasi serta membangun –bukan hoax–, yang nantinya akan menjadikan kita bangsa yang gemar membaca tulisan yang keren dan bermutu.


Itulah sekilas ulasan profil mengenai Juara II lomba blog “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja” kita kali ini. Akhir kata, Yokhanan berpesan kepada teman-teman sesama penulis dan blogger untuk terus menulis, menulis, dan menulis. Tuangkanlah apa yang ada di dalam pikiranmu untuk dirangkai menjadi larik-larik aksara tulisan. Jangan hiraukan perkataan orang lain ataupun minder dengan tulisanmu. Dan yang terakhir, sesuai harapannya, kembangkanlah kreativitas dan ekspresi jiwa dalam setiap tulisanmu. Semangat!

Sumber: Dok. Yokhanan Prasetyono

Related Posts

Site Menu